KabarMakassar.com — Sebanyak 403 kegiatan edukasi kepada masyarakat telah dilakukan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sampai dengan 31 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut mencakup berbagai bentuk pelaksanaan, seperti sosialisasi, workshop, serta program edukasi lainnya, dengan fokus utama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin menyatakan jika kegiatan yang dilakukan berhasil menjangkau sebanyak 1.072.924 peserta.
“Semua peserta tersebut berasal dari berbagai kelompok, termasuk masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, perempuan, dan tenaga kerja di berbagai sektor,” ucapnya, berdasarkan keterangan yang diterima Senin (22/09).
Kegiatan edukasi ini menjadi wujud nyata komitmen OJK dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sadar keuangan serta mampu mengakses layanan keuangan secara bijak di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.
Bukan hanya itu, Muchlasin mengatakan bahwa upaya ini juga memberikan manfaat langsung kepada pelaku UMKM melalui pelatihan cakap keuangan.
“Diharapkan dengan kegiatan edukasi yang dilakukan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” terangnya.
Terkait layanan konsumen, per 31 Agustus 2025 terdapat 501 layanan konsumen yang terdiri dari 28 penerimaan informasi, 391 pemberian informasi, dan 82 layanan pengaduan.
Dari total layanan konsumen tersebut, sebanyak 247 layanan terkait perbankan, 113 layanan terkait perusahaan pembiayaan, 88 layanan terkait Fintech, satu layanan terkait Pergadaian dan satu layanan terkait Pasar Modal.
“Selanjutnya, terdapat dua layanan terkait Dana Pensiun, dan 8 layanan terkait asuransi serta 41 layanan yang tidak berkaitan dengan Sektor Jasa Keuangan. Sedangkan, untuk SLIK per 31 Agustus 2025 adalah sebanyak 6.081 layanan,” tutupnya.













