KabarMakassar.com — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Dr. Muhammad Tito Karnavian mengumumkan laju inflasi nasional pada Agustus 2025 turun menjadi 2,31 persen, lebih rendah dibanding Juli yang tercatat 2,37 persen.
Penurunan sebesar 0,08 persen itu disebut sebagai capaian positif berkat stabilitas sektor pangan dan langkah intervensi pemerintah melalui operasi pasar.
“Angka ini cukup baik. Faktor utamanya adalah terkendalinya harga pangan, minuman, dan makanan berkat ketersediaan yang cukup serta operasi pasar murah yang dilakukan pemerintah,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Khusus Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar secara virtual, Selasa (02/09).
Rakor dipimpin langsung Mendagri bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dan diikuti para kepala daerah termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Tito menegaskan, meski inflasi secara nasional terkendali, masih terdapat beberapa daerah yang memerlukan perhatian khusus. Karena itu, forum koordinasi lintas pusat dan daerah ini digelar lebih cepat untuk menindaklanjuti arahan Presiden terkait stabilitas harga dan ketahanan pangan.
“Rapat ini menjadi ruang evaluasi sekaligus menyusun strategi lebih detail bersama TPID daerah agar pengendalian inflasi tetap efektif di seluruh wilayah,” tambah Tito.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Menurutnya, pengendalian inflasi merupakan kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat.
“Kami di Makassar akan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder, mulai dari distribusi pangan, pengawasan stok, hingga intervensi pasar bila diperlukan, agar masyarakat tetap terlindungi dari gejolak harga,” kata Appi.
Ia menambahkan, TPID Makassar akan memaksimalkan program strategis seperti operasi pasar, dukungan terhadap sektor pertanian, serta digitalisasi distribusi pangan. Fokus utama, kata Munafri, adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang wajar.
“Rakor ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi pusat dan daerah, sehingga target inflasi 2025 tetap terkendali sesuai sasaran pembangunan nasional,” tutup Appi.














