kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Dibuka Menguat ke 7.891, Pasar Asia Bergerak Beragam Jelang Rapat The Fed

IHSG Dibuka Menguat, Saham Perbankan Jadi Penopang Utama
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan Senin (15/09). IHSG naik 0,47% atau 37,20 poin ke level 7.891,26.

Tercatat 287 saham menguat, 52 melemah, dan 292 stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp252,31 miliar dengan 350,82 juta saham penerbitan melalui 33.251 kali transaksi.

Di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham bergerak variatif. Investor mempertemukan perusahaan ketat antara Amerika Serikat (AS) dan China di Madrid yang membahas isu ekonomi, keamanan, hingga masa depan aplikasi TikTok, sekaligus menunggu rilis data ekonomi dari Beijing.

Indeks acuan Australia, ASX/S&P 200, turun 0,75% pada pembukaan. Sebaliknya, bursa Korea Selatan menguat, dengan Kospi naik 0,67% ke rekor tertinggi 3.420,23, menandai kenaikan beruntun ke-10. Indeks Kosdaq juga terangkat 0,4%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng dibuka sedikit melemah, dengan kontrak berjangka di 26.380 dibandingkan penutupan terakhir 26.388,16. Sementara itu, pasar Jepang dan Malaysia libur perdagangan hari ini.

Dari Amerika Serikat, akhir pekan lalu (12/09), Wall Street ditutup menghijau. Nasdaq Composite mencetak rekor baru dengan kenaikan dua minggu berturut-turut sebesar 2%. S&P 500 juga naik 1,6%, menjadi kinerja mingguan terbaik sejak awal Agustus.

Dow Jones menutup pekan dengan kenaikan 1%, menandai rebound setelah tiga minggu berturut-turut melemah. Penguatan ini mendorong data perekonomian yang menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja serta inflasi yang terkendali, sehingga memicu harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Pasar global kini menanti keputusan penting dari rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar Selasa-Rabu waktu AS atau Rabu-Kamis dini hari waktu Indonesia.

Dalam 72 jam ke depan, dunia akan mengetahui apakah The Fed memilih memangkas suku bunga atau tetap mempertahankannya.

Dari dalam negeri, investor juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan yang akan diumumkan pada pekan ini.

Kombinasi kebijakan moneter The Fed dan BI diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan Indonesia dalam beberapa hari mendatang.

error: Content is protected !!