KabarMakassar.com — Harga komoditi emas belakangan ini menunjukkan harga yang melesat naik.
Melansir dari laman resmi Pegadaian, tren penguatan terhadap emas Antam, Galeri24 dan UBS masih berlangsung hingga Kamis 25 September 2025.
Lonjakan harga yang terus naik ini, kemudian membuat masyarakat mulai menjual emasnya, akan tetapi disisi lain, ada pula yang membeli emas.
Analis Keuangan Makassar, Wawan Darmawan menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mencermati pergerakan harga emas dan jangan cepat tergiur melakukan aksi jual beli ketika harga melonjak.
“Sebaiknya itu, kita tidak perlu terlalu terburu-buru untuk melakukan pembelian atau menjual emas yang kita miliki,” ucap Wawan, Kamis (25/09).
Ia turut menyampaikan sejumlah anjuran dalam membeli atau menjual emas, terutamanya agar masyarakat dapat bertindak lebih bijak terhadap investasi yang dimiliki.
“Yang bisa dilakukan pertama yaitu dapat memantau pergerakan harga emas secara berkala. Hal ini bisa membantu memahami tren harga emas dan membuat keputusan yang tepat,” terangnya.
Kemudian, menentukan tujuan dari investasi. Apabila, hendak berinvestasi emas jangka panjang, maka harga yang lebih tinggi sekarang diperkirakan tidak menjadi masalah.
“Selanjutnya, pertimbangkan untuk membeli emas secara bertahap. Ini bisa membantu mengurangi risiko serta memanfaatkan harga yang lebih rendah di masa depan,” paparnya.
Wawan mengingatkan kepada seluruh investor bahwa harga emas dapat berfluktuasi serta dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Akan tetapi, kata Wawan, berdasarkan data historis serta prediksi dari para ahli, harga emas cenderung akan terus naik hingga akhir tahun.
Lebih lanjut, ia menyatakan terdapat sejumlah faktor yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga emas.
Beberapa diantaranya adalah kebangkitan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa efek.
Hal tersebut mampu meningkatkan permintaan emas dan menyebabkan harga naik.
Selanjutnya, ekspektasi pemotongan suku bunga tambahan dari bank-bank sentral. Dimana, hal itu dapat melemahkan dolar Amerika Serikat (AS) juga meningkatkan harga emas.
Adapula permintaan fisik yang kuat dari China dan bank-bank sentral, yang mengakibatkan peningkatan permintaan emas dan menyebabkan harga naik.
Aktivitas jual emas meningkat
Di Makassar sendiri, Jalan Somba Opu dikenal sebagai pusat perdagangan emas terbesar.
Masyarakat memadati deretan toko emas yang ada di Somba Opu, hal itu imbas emas yang kian naik, menyebabkan aktivitas jual emas turut meningkat.
Beberapa toko emas mematok harga emas perhiasan untuk ukuran 1 gram di level Rp2,2 juta dengan kadar 23 karat.
Sedangkan emas perhiasan kadar 24 karat, lebih tinggi Rp300.000, dimana ukuran satu gram dibanderol Rp2,5 juta.
Karyawan salah satu toko emas yang ada di Somba Opu Kila mengaku kenaikan harga telah terjadi jika dibandingkan bulan lalu.
“Bulan Agustus 23 karat itu harganya masih Rp1,7 juta sementara 24 karat Rp2,3 juta. Saat ini sudah naik harganya,” ungkapnya, Rabu (24/09).
Banyak masyarakat yang hendak menjual emas yang dimiliki turut dikonfirmasi oleh pemilik toko emas Panen Mas Since.
Ia menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak permintaan untuk jual emas. Sehingga mencatatkan, peningkatan jual emas di tokonya tembus 30 persen dibanding bulan lalu.
Since menilai, hal itu terjadi disebabkan masyarakat mengetahui terdapat peningkatan harga emas beberapa pekan terakhir.
“Harga emas kan naik, makanya banyak yang jual karena mau untung,” terangnya.
Penjualan emas, kata Since, terpantau mengalami penurunan beberapa pekan belakangan ketika harga naik.











