Indeks

ALFI Dorong Digitalisasi untuk Efisiensi Logistik Sulsel

ALFI Dorong Digitalisasi untuk Efisiensi Logistik Sulsel
Pelabuhan Indonesia Regional 4 di Makassar (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam sektor logistik Sulawesi Selatan seiring dengan meningkatnya arus barang masuk dan keluar wilayah tersebut.

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai, digitalisasi merupakan kunci untuk mendukung efisiensi serta pertumbuhan industri logistik di tengah perkembangan ekonomi Sulsel yang kian pesat.

Ketua DPW ALFI Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Yodi Nalendra, menegaskan bahwa implementasi sistem digital seperti Single Submission Pabean Karantina (SSm QC) yang merupakan bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) harus segera dikuasai oleh pelaku usaha logistik, terutama yang bergerak di bidang ekspor-impor.

“Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat digitalisasi logistik harus kita kuasai, kita manfaatkan dan kita gunakan demi kelancaran arus barang dan memotong cost logistik,” ujar Yodi.

Menurut ALFI, kemajuan industri logistik di Sulsel tidak lepas dari perkembangan sektor-sektor utama seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan.

Ditambah lagi, masifnya pembangunan infrastruktur turut mempercepat laju logistik. Sulawesi Selatan juga dikenal sebagai lumbung pangan, khususnya dalam produksi beras, serta komoditas unggulan seperti jagung, lada, dan cengkeh yang turut memperbesar peran sektor logistik di kawasan Indonesia Timur.

Melihat potensi tersebut, Yodi mendorong para pelaku industri untuk tidak hanya memanfaatkan peluang, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi dengan investasi pada sistem dan teknologi terbaru.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem digital.

Yodi menambahkan bahwa pembaruan alat angkut, seperti armada truk, juga menjadi keharusan, mengingat kondisi geografis dan medan transportasi di Sulsel yang cukup berat. Hal ini sekaligus menjawab tuntutan regulasi dan upaya peningkatan kualitas layanan logistik.

“Industri logistik harus melakukan pembenahan internal, baik sistem manajerial dan alat-alat transportasi, sehingga dapat memenuhi tantangan dunia logistik saat ini dan ke depannya. Serta melakukan kolaborasi dengan pelaku-pelaku logistik yang lebih besar baik berskala nasional maupun internasional,” tegasnya.

Ia pun menilai keterbukaan terhadap investasi di sektor logistik akan memberikan ruang bagi pelaku lokal untuk meningkatkan daya saing. Dengan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, Yodi yakin logistik Sulsel dapat menjadi sektor andalan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version