KabarMakassar.com — Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar seruan aksi yang bertajuk “LMND Sulsel Gugat Negara” yang berlangung di tiga titik utama, yakni Jembatan Layang Flyover, Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Mapolda Sulsel.
Salah satu massa aksi, Dandi menjelaskan bahwa tuntutan utama dalam seruan aksi tersebut terkait dengan wacana Soeharto yang akan dijadikan sebagai pahlawan nasional.
“kami secara kelembagaan, isu yang paling utama yang kita bangun adalah isu nasional yang menolak Soeharto sebagai pahlawan nasional,” ujar Dandi
Menurut Dandi, Soeharto tidak layak mendapatkan gelar tersebut karena dinilai memiliki rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi yang membebani rakyat pada masa pemerintahannya.
Puluhan mahasiswa yang terlibat dalam seruan aksi tersebut, menolak keras jika soeharto dijadikan sebagai pahlawan nasional
“Kami menolak keras jika Soeharto dijadikan sebagai pahlawan nasional, karena mengingat pada peristiwa 1998, bagaimana terkait dengan memori kolektif, dan dimana dimasa jabatannya ada beberapa kebijakan yang tidak pro kepada masyarakat khusunya banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan kasus korupsi yang tidak diusut dengan tuntas,” tambahnya
Pihaknya menyebut LMND Sulsel akan terus mengawal isu tersebut.
“Secara kelembagaan, mulai tanggal 4 november sampai tanggal 10 november, kami akan terus mengawal untuk menolak wacana Soeharto sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya
Dandi juga mengatakan bahwa, seruan aksi yang dilakukan hari ini tidak hanya terjadi di Makassar, namun ada beberapa tingkatan kota dan wilayah yang akan melakukan konsolidasi kekuatan yang sebesar-besarnya terkait isu yang sama mengenai penolakan Soeharto menjadi pahlawan nasional.
Pernyataan sikap yang dikeluarkan merujuk pada masa jabatan Soeharto selama 30 tahun yang tidak pro terhadap masyarakat, kenaikan BBM dan bagaimana kebijakan-kebijakan ekonomi yang tidak pernah transparan terhadap rakyat Indonesia
“Jadi ada beberapa kasus kasus yang sampai hari ini belum tuntas, bahkan penculikan-penculikan aktivis sampai saat ini belum di tuntaskan. Jadi kami punya dasar untuk bagaimana kami menolak Soeharto nantinya yang akan dijadikan Pahlawan Nasional,” pungkasnya (Nur Inayah)













