KabarMakassar.com — Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang mengguyur Kota Makassar sejak 24 Februari 2026 memicu banjir dan luapan air di sejumlah wilayah.
Data terbaru per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA mencatat sebanyak 311 kepala keluarga (KK) atau 1.139 jiwa mengungsi di 18 titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan tim masih melakukan pendataan lanjutan karena kondisi di lapangan terus berkembang.
“Total sementara 311 KK atau 1.139 jiwa tersebar di 18 titik pengungsian. Petugas kami masih melakukan pemantauan dan pembaruan data secara berkala,” ujar Fadli dalam keterangannya, Sabtu (28/02).
Wilayah terparah berada di Kecamatan Manggala, khususnya Kelurahan Manggala. Di kawasan ini, 159 KK atau 621 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka.
“Para pengungsi tersebar di sejumlah fasilitas umum seperti Masjid Al Muttaqin, Masjid Jabal Nur, Posyandu Anyelir, Masjid Yudha Al Fatih, Masjid Al Mukarramah, Pesantren Al Bashira, Masjid Ar Raid, Masjid Al Muthohhirin, hingga Masjid Al Mubarakah,” rinci Fadli.
BPBD mencatat sebagian besar pengungsi memilih bertahan di rumah ibadah karena akses menuju lokasi lebih aman dan mudah dijangkau saat genangan meningkat.
Di Kecamatan Biringkanayya, dua kelurahan terdampak signifikan yakni Katimbang dan Paccerakkang.
Di Kelurahan Katimbang, 111 KK atau 372 jiwa mengungsi di tiga lokasi, termasuk SDN Paccerakkang serta dua masjid setempat.
Sementara di Kelurahan Paccerakkang, 43 KK atau 160 jiwa tersebar di lima titik pengungsian, mulai dari kantor lurah, rumah kost, hingga masjid.
Fadli menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
“Kami fokus pada distribusi logistik, layanan kesehatan, serta memastikan tidak ada warga yang terisolasi akibat luapan air,” tegasnya.
BPBD juga mengimbau warga tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
