KabarMakassar.com — Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia, Ahmad Ali, menegaskan bahwa Rusdi Masse (RMS) hingga kini belum menentukan pilihan politik usai meninggalkan posisi ketua DPW partai Nasdem beberapa waktu lalu.
Diketahui, RMS telah meninggalkan NasDem sejak penunjukan Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW Nasdem Sulsel. SK Syahar sebagai Ketua DPW Nasdem Sulsel diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Nasdem, Saan Mustopa di Jakarta, Jumat, (23/01). Bahkan sentral dibacakan bahwa RMS hengkang dari NasDem karena berlabuh ke PSI.
Meski begitu, Ahmad Ali menyatakan, PSI belum dapat menetapkan posisi apa pun bagi RMS karena belum ada keputusan resmi untuk bergabung.
“Pak RMS hari ini belum menentukan sikap ke partai mana. Karena beliau belum ber-KTA PSI, tentu kami belum menentukan posisi apa pun,” ujar Ahmad Ali, Rabu (28/01).
Ahmad Ali menegaskan bahwa pintu PSI terbuka lebar jika RMS memutuskan bergabung. Ia menyebut kehadiran RMS akan menjadi kehormatan tersendiri bagi partai.
“Akan menjadi sangat terhormat bagi PSI ketika Pak RMS kemudian bergabung. Kami siap memberikan karpet merah yang sangat panjang,” katanya.
Ahmad Ali optimistis, jika RMS resmi bergabung, kekuatan PSI di kawasan Sulawesi akan meningkat signifikan. Ia bahkan menyebut Sulawesi berpotensi menjadi basis utama kekuatan partai.
“Kalau kemarin Ketua Umum kami mengklaim Jawa Tengah sebagai kandangnya gajah, maka hari ini saya berani mengatakan Sulawesi akan menjadi kandangnya gajah,” jelasnya.
Keyakinan tersebut, lanjut Ahmad Ali, didasarkan pada pengalaman politik masa lalu ketika ia bersama Rusdi Masse pernah membangun basis kekuatan partai biru di Sulawesi Selatan.
“Ini bukan hal baru. Kami pernah membuktikannya. Sejarah itu insyaallah bisa terulang di PSI,” tukas Ahmad Ali.













