kabarbursa.com
kabarbursa.com

Proyek Stadion Untia Rp350 Miliar Resmi Masuk Tender

Proyek Stadion Untia Rp350 Miliar Resmi Masuk Tender
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam merealisasikan pembangunan Stadion Untia sebagai salah satu proyek strategis daerah.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses pengadaan konstruksi stadion kini resmi memasuki tahap pemilihan penyedia jasa dengan metode Design and Build.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memastikan pembangunan Stadion Untia terus bergerak sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Ia mengatakan, dokumen desain pembangunan stadion telah resmi ditayangkan dalam proses pengadaan.

Pemerintah Kota Makassar, kini menunggu penawaran dari para peserta tender sebelum menetapkan pemenang.

“Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia,” ujar Appi, kepada awak media di kantor Balai Kota Makassar, Kamis (09/07).

Ia menjelaskan, pembangunan stadion akan dilaksanakan dengan skema pembiayaan multiyears selama dua tahun anggaran.

Pada tahap awal, pekerjaan akan difokuskan pada penimbunan lahan serta pembangunan struktur dasar stadion.

“Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya,” katanya.

Menurut Appi, proses tender akan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah masa pemasukan penawaran berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan penyedia jasa terbaik.

Ia menegaskan proses tersebut terbuka bagi seluruh kontraktor yang memenuhi persyaratan.

“Memang ada waktunya sekitar satu bulan untuk menyeleksi kontraktor, setelah itu ditentukan pemenangnya. Terbuka untuk siapa pun kontraktornya,” jelasnya.

Mengingat nilai proyek yang mencapai sekitar Rp350 miliar, Appi menegaskan seluruh proses pembangunan akan dikawal secara ketat guna memastikan akuntabilitas dan transparansi.

Dikatakan, pengawasan menjadi hal penting karena stadion merupakan bangunan dengan standar teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan bangunan biasa.

“Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan,” ujarnya.

“Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan-aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” sambungnya.

Appi mengungkapkan pembangunan stadion Untia tidak hanya ditujukan sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Untia.

Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan grand design pengembangan kawasan agar pembangunan stadion terintegrasi dengan potensi wilayah di sekitarnya.

Menurutnya, kehadiran stadion diharapkan mampu menarik minat investor maupun pengembang properti untuk mengembangkan kawasan tersebut.

“Jadi nanti kita bikin grand design-nya. Pemerintah membuat trigger-nya. Setelah stadion hadir, kita berharap developer maupun perusahaan-perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi keramaian yang muncul dari stadion itu,” tuturnya.

Stadion Untia nantinya dirancang memiliki kapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton, sehingga diharapkan mampu menjadi stadion representatif untuk mendukung berbagai kegiatan olahraga maupun event berskala nasional di Kota Makassar.

Ia menilai kawasan Untia memiliki berbagai potensi pendukung, mulai dari kedekatan dengan kawasan pesisir, fasilitas pemerintah, Pelabuhan Perikanan Untia, hingga kawasan hutan mangrove.

Appi juga memastikan pembangunan Stadion Untia sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.

“Skemanya APBD,” tutup Appi.

error: Content is protected !!