KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar kembali membuka sayembara desain logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.
Namun, sayembara tahun ini tidak terbuka bagi peserta yang sekadar mengirimkan desain. Desainer yang ingin mengikuti proses tersebut harus lebih dulu melewati seleksi portofolio.
Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Weri, mengatakan peserta yang lolos seleksi nantinya akan masuk dalam proses kuratorial dan pengembangan desain.
“Kalau sayembara pada umumnya, sembarang orang bisa mengirimkan desain. Kalau yang ini tidak, mereka mengirimkan portofolio dulu. Yang lolos seleksi akan masuk final dan lanjut proses perancangan,” kata Andi Weri, Kamis (03/09).
Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi peserta. Salah satunya memiliki KTP Makassar dan/atau berdomisili di Kota Makassar.
Peserta dari luar daerah masih dapat mengikuti sayembara selama bisa membuktikan domisilinya di Makassar, misalnya melalui surat keterangan domisili.
Selain itu, peserta diwajibkan memiliki pengalaman minimal dua tahun sebagai profesional graphic designer serta menyertakan portofolio sebagai bahan seleksi awal.
“Minimal pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer dan memiliki portofolio,” jelasnya.
Peserta juga dapat mendaftar secara individu maupun tim. Namun, jika memilih format tim, jumlah anggota minimal tiga orang.
Andi menjelaskan ketentuan tersebut berkaitan dengan cakupan pekerjaan identitas visual yang dinilai cukup luas untuk dikerjakan seorang diri.
“Kalau tidak punya studio desain, boleh individu tetapi memanggil dua atau tiga orang timnya,” ungkapnya.
Mahasiswa maupun desainer yang sudah tidak berstatus mahasiswa tetap diperbolehkan mengikuti proses tersebut selama memenuhi seluruh persyaratan.
Open call telah dibuka sejak 27 Agustus 2026 dan akan ditutup pada 5 September 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, ADGI akan memilih sekitar tiga hingga lima peserta atau tim untuk mengikuti tahap berikutnya. Peserta yang lolos dijadwalkan diumumkan pada 6 September, kemudian mengikuti briefing pada 7 September.
Peserta terpilih akan menjalani proses kuratorial selama kurang lebih satu bulan sebelum mempresentasikan hasil rancangan di hadapan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sayembara tersebut menjadi ruang bagi desainer untuk menerjemahkan karakter, sejarah, serta arah masa depan Makassar ke dalam identitas visual.
“Kita ingin melihat bagaimana desainer menerjemahkan identitas Makassar bukan hanya dari sisi simbol, tetapi juga dari kekayaan sejarah, energi masyarakatnya, dan visi Pemerintah Kota Makassar,” tuturnya.
Ia berharap logo dan identitas visual yang dihasilkan tidak sekadar menjadi simbol perayaan, tetapi mampu merepresentasikan kondisi Makassar saat ini sekaligus visi kota ke depan.
Menariknya, ADGI memastikan peserta yang masuk ke tahap perancangan akan mendapatkan fee desain. Kebijakan tersebut disebut sebagai upaya menghindari praktik speculative work, yakni pekerjaan desain yang dilakukan tanpa kepastian kompensasi.
“Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa,” kata Andi.
Informasi lengkap mengenai mekanisme dan ketentuan submisi dapat dilihat melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar dan media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar.












