KabarMakassar.com — Sebanyak 450 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 Embarkasi Hasanuddin Makassar tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (03/07).
Sebanyak 450 jemaah haji ini tiba pukul 02.20 WITA dengan pesawat Garuda GIA 1213 dimana 14 jemaah diantaranya langsung dievakuasi ke klinik Asrama Haji untuk menjalani perawatan karena sakit.
Koordinator kelompok 3 yang bertugas di Klinik UPT Asrama Haji Makassar, Tubianto Anang Zulfikar mengatakan sebanyak 14 jemaah langsung dievakuasi untuk medapatkan perawatan namun tak lama kemudian, dua jemaah dirujuk ke Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP Wahidin Makassar, dan satu jemaah ke RSUP Tadjuddin Khalid Jalan Pajayyang Daya Makassar.
“Jemaah atas nama Nur Ibrahim dan Kadrin La Kampiru kita rujuk RSWS PJT, sementara bapak Ali Muhammad Ibrahim ke RS Tajuddin,” ujar Pak Anang, Rabu (03/07).
Penanggungjawab Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi – Debarkasi Makassar, dr Ridha juga membenarkan hal tersebut.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 14 jemaah haji yang dievakuasi dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, tiga diantaranya dirujuk ke rumah sakit.
“Benar 14 jemaah yang dievakuasi dari Bandara dini hari tadi. ada 3 jemaah yang kita rujuk, 2 orang ke PJT dan 1 orang ke RS Tadjuddin,” ungkapnya.
Dokter Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar ini menjelaskan tentang SOP penanganan jemaah yang baru tiba dari tanah suci yang terindikasi sakit dan butuh dievakuasi ke Klinik.
“Saat pesawat mendarat, petugas kesehatan boarding ke atas pesawat, disitu dilihat mana yang butuh cepat dievakuasi dari pesawat, itu kita dahulukan. Sesampainya di Klinik, kita lihat lagi KUnya (keadaan umum), yang bagus cukup dikasih obat dan istrahat, yang KUnya tidak bagus kita oservasi bila dianggap perlu penanganan lanjutan maka selanjutnya kita rujuk,” urainya.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa sejak kepulangan kloter 1 hingga 13 sebanyak 8 jemaah haji telah dirujuk ke rumah sakit yakni diantaranya Samauna Daeng Ngalle dirujuk tanggal 28 Juni 2024 di RS Wahidin Sudirohusodo, Lapide Labidullah Dannuang, Kamaluddin Saad dan Koni Toko dirujuk tanggal 28 Juni 2024 di RS.Tajuddin, Lija Gani Kaco dirujuk tanggal 30 Juni ke RS Tadjuddin, Nur Ibrahim dan Kadrin La Kampiru dirujuk tanggall 3 Juli 2024 ke RSWS PJT serta Ali Muhammad Ibrahim dirujuk 3 Juli 2024 ke RS Tajuddin.
Diketahui, jemaah kloter 13 ini menjalani seremoni penerimaan dan penyerahan di Aula Arafah Asrama Haji Makassar oleh PPIH Debarkasi UPG yang diwakili oleh Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulsel H. Abdul Gaffar, kepada Pemkab Provinsi Maluku Utara yang diwakili Bupati Hamsel Hasan Ali Bassam.
Adapun Kloter 13 UPG ini diisi 450 jemaah, dengan rincian 437 asal Maluku Utara, 5 Petugas Kloter, 4 PHD, 4 tanazul masuk, yakni 3 orang asal Sulawesi Tenggara dan 1 orang asal Kabupaten Bone. Dua jemaah Koter 13 UPG ini wafat di tanah suci atas nama Kader Yusup Bada (68) dan Miraji Baba Abu (68).
Selanjutnya, Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam menjenguk 14 jamaah haji Kloter 13 UPG yang dirawat di Klinik UPT Asrama Haji Sudiang Makassar.
Kehadiran Bupati Hamsel menjenguk jemaah Kloter 13 untuk menyemangati dan memberikan suntikan moral, dengan harapan para jemaah yang dirawat maupun yang dirujuk segera pulih dan bisa kembali ke kampung halaman di Ternate.
“Mudah-mudahan segera pulih dan sehat kembali agar bisa ikut bersama jemaah lainnya ke Ternate bertemu keluarganya,” ucap Bupati Hasan Ali Bassam.
Diinformasikan hingga kloter 13, sebanyak 5.838 jemaah haji Embarkasi Hasanuddin Makassar telah dipulangkan ke tanah air dari total 16.644 jemaah yang diberangkatkan dimana 8 diantaranya masih dirawat di Arab Saudi dan 27 jemaah lainnya wafat saat di Arab Saudi.
Dari data yang dirilis PPIH Embarkasi Hasanuddin Makassar, jemaah yang wafat tersebut berasal dari Sulawesi Selatan 10 orang, Sulawesi Tenggara 6 orang, Sulawesi Barat 2 orang, Maluku Utara 3 orang, Papua 1 orang, Maluku 4 orang, dan Papua Barat 1 orang.















