KabarMakassar.com – Isu bergabungnya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam bursa ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasuki babak baru.
Meski belum resmi mendaftarkan diri, Jokowi mengakui tengah mempertimbangkan secara serius peluang tersebut, dengan pertimbangan utama, jangan sampai kalah.
“Masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah,” ujar Jokowi kepada awak media, Rabu (14/05).
Hal ini menandakan bahwa keputusan itu bukan perkara simbolik, melainkan perhitungan politik matang.
Pernyataan Jokowi sekaligus menjadi sinyal bahwa keterlibatan figur sekelas dirinya di tubuh PSI bukan hal mustahil.
Apalagi, partai tersebut kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang sejak awal menegaskan bahwa PSI terbuka untuk siapa saja yang ingin memimpin, termasuk ayahnya sendiri.
Di tengah spekulasi publik, Sekjen PSI Raja Juli Antoni memilih untuk tidak banyak berkomentar.
Saat ditemui dalam kunjungan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ia hanya menjawab singkat saat ditanya soal pencalonan Jokowi.
“Tanya ke Pak Jokowi,” katanya, sambil enggan mengomentari nama-nama lain yang disebut-sebut juga tertarik maju. “Udah ya,” tutupnya singkat.
Pendaftaran calon ketua umum PSI sendiri tengah dibuka hingga 31 Mei mendatang, dan digelar secara terbuka di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Proses ini menjadi bagian dari Pemilu Raya internal partai yang dinilai sebagai bentuk demokratisasi kepemimpinan di tubuh PSI.
Wakil Ketua Umum PSI sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Pemilu Raya, Andy Budiman, berharap Jokowi benar-benar ikut dalam kontestasi ini.
“Apakah Pak Jokowi akan menjadi calon? Kita doakan,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (13/05).
Jika Jokowi memutuskan untuk maju, maka ini akan menjadi momen politik langka, dimana seorang mantan presiden bersaing di partai yang baru tumbuh, bukan sebagai simbol kekuasaan, tapi sebagai bagian dari regenerasi politik yang segar.
Sampai saat ini, belum ada kepastian apakah Jokowi akan benar-benar mendaftar. Namun satu hal jelas, PSI tengah memainkan kartu besar, membuka kemungkinan kembalinya tokoh sentral bangsa dalam wajah partai baru.
