KabarMakassar.com — Pesantren An-Nahdlah Makassar mulai membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Gelombang Kedua sejak 1 April hingga 31 Juni 2025.
Dalam rangka sosialisasi program unggulannya, panitia PSB gencar memperkenalkan sistem pembelajaran fleksibel yang dikenal sebagai santri kalong.
Ketua Panitia PSB, Andi Tri Saputra, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan santri datang ke pesantren hanya pada waktu tertentu, seperti saat jam belajar dan pengajian, kemudian kembali ke rumah masing-masing.
“Tak semua yang ingin belajar agama harus mondok. Di tengah perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan ilmu agama, Pesantren An Nahdlah hadir sebagai solusi untuk mendalami ilmu tanpa harus tinggal di pesantren,” ujarnya, Rabu (07/05).
Model ini, menurut Andi, meniru sistem santri kalong yang telah lama diterapkan di berbagai pesantren di Pulau Jawa.
Tujuannya adalah memberikan ruang belajar agama bagi anak-anak yang tidak bisa tinggal di asrama, namun tetap ingin mendalami kitab-kitab klasik seperti Bulughul Maram , Mukhtarul Ahadis, dan lainnya.
“Santri kami tidak tinggal di pondok. Mereka datang sesuai jadwal, belajar, lalu pulang. Ini bagian dari upaya kami membuka akses belajar agama seluas-luasnya,” katanya.
Pesantren An-Nahdlah juga dikenal sebagai tempat yang memadukan ilmu agama dan umum. Selain belajar kitab kuning dan tarekat, para santri diajak berdiskusi tentang isu-isu keislaman kontemporer.
Sistem ini menarik perhatian banyak orang tua yang ingin anaknya terbimbing secara spiritual tanpa harus kehilangan kebersamaan keluarga.
“Di masa seperti sekarang, banyak anak kecanduan gadget dan pengaruh buruk lingkungan, orang tua bimbang ingin memasukkan ke pesantren tapi tidak ingin terpisah, maka sistem pesantren seperti ini bisa jadi pilihan. Anak-anak bisa belajar ilmu umum dan pelajaran agama sekaligus seperti kitab klasik seperti Bulugul Maram, Mukhtarul Ahadis dan masih banyak lagi,” tambahnya.
Pesantren An-Nahdlah telah melahirkan banyak dai dan alumni unggulan. Beberapa nama populer seperti Ustaz Maulana dan Ustaz Syam adalah jebolan pesantren ini.













