KabarMakassar.com — Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gowa nomor urut 1 Amir Uskara-Irmawati Haeruddin (Aurama) menyampaikan berbagai strategi untuk mengatasi angka pengangguran yang mencapai 3,37 persen di Kabupten Gowa.
Hal ini disampaikan oleh calon Bupati Gowa Amir Uskara saat menjawab pertanyaan panelis pada debat kandidat Pilkada Gowa, di salah satu hotel di Makassar, pada Selasa (15/10) malam.
“Tingkat pengangguran kita dari 2022 ke 2023 malah ada peningkatan dari 3,26% menjadi 3,37%, tentu ini menjadi suatu persoalan untuk bisa mengatasi pengangguran,” ujar Aura menjawab pertanyaan panelis.
Amir Uskara menyampaikan bahwa pihaknya menawarkan beberapa solusi dan strategi dalam menciptakan pelaung kerja untuk kelompok rentan, sepeti anak muda dan perempuan, jika dirinya terpilih.
Solusi dan strategi tersebut, kata Amir Uskara yang harus dilakukan adalah bagaimana ada investasi dengan menghadirkan investor-investor baru masuk di Kabupaten Gowa. Lalu memanfaatkan sektor pertanian untuk bisa menjadi salah satu lahan terbuka, untuk pekerja-pekerja baru atau menanggulangi pengangguran. Kemudian mengembangkan interpreneur muda dengan melakukan Bimtek dan pelatihan dengan tepat sasaran.
“Dan pelatihan seperti ini, tidak perlu dan harus dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan lain-lain, tapi pelatihan menghadirkan orang-orang yang punya kompetensi dan pengalaman turunkan ke masyarakat untuk mengajari masyarakat secara praktis,” jelasnya.
Sementara, untuk perempuan yang tinggal dirumah atau ibu rumah tangga, AuraMa akan menghadirkan penghasilan tetap dengan menjadi pekerja UMKM. Pasalnya UMKM merupakan komitmennya bersama Irmawati, yang kemudian dimasukkan dalam visi misi AuraMa.
“Tentu saja sudah banyak yang eee melakukan itu, tapi menurut kami belum terfasilitasi oleh pemerintah dengan baik, jika terfasilitasi kelompok rentan tadi seperti anak muda dan perempuan atau ibu-ibu rumah tangga menghasilkan dan berdaya saing meski dirumah,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gowa nomor urut 1 Amir Uskara-Irmawati (Aurama) merencanakan sebuah program pembangunan potensi ekonomi produktif. Program tersebut upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gowa.
Hal itu, diungkapkan dalam debat pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kabupten Gowa, yang diselenggarakan di salah satu Hotel di Kota Makassar pada Selasa (15/10) malam.
Diketahui, berdasarkan data data jumlah keluarga tidak berpenghasilan tetap (kelompok keluarga miskin) di Kabupaten Gowa tahun 2023c tercatat sebabnya 32.251 keluarga. Lalu jumlah kelompok usia produktif milenial pada 2023 yaitu 68 persen dari total usia produktif kabupaten atau 345.900. Sementara jumlah usaha mikro di Kabupaten Gowa 2023 sebanyak 80.640 usaha mikro.
Dari jumlah tersebut, kata Amir Uskara bahwa Aurama akan melakukan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah di Kabuapten Gowa.
Amir Usakara menjelaskan bahwa program ini untuk menggali dan memberdayakan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata, dengan tujuan lebih mampu berdaya saing dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Gowa.
“Ini sebuah inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, juga menggandeng lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat untuk turut berperan aktif,” paparnya dalam debat Pilkada Kabupaten Gowa.
Amir Uskara mengatakan pihaknya bakal melakukan upaya pendekatan kepada masyrakat, untuk menyukseskan program yang dirancang oleh Aurama, seperti mengubah kondisi keluarga yang tidak mrmiliki usaha agar dapat memiliki usaha.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat Gowa tidak hanya mengandalkan satu sektor, tetapi mampu mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan dan kreatif,” terangnya.
Selain itu, wakil ketua umum DPP PPP itu juga mengaku bahwa Aurama akan menguatkan pendapatan rumah tangga bagi masyarkat yang sudah memiliki sumber pendapatan, lalu mengasistensi kelompok milenial untuk mengelola usaha, dan memerankan pelaku usaha sebagai vocal point agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kita percaya pendekatan sistemik ini akan menciptakan kemampuan ekonomi rumah tangga yang pada gilirannya akan menjelma sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. Pencapaian ini akan meningkatkan kontribusi sektor perdugagan kecil dan besar terhadap PDRB,” tuturnya.
Apalagi, kata Amir Uskara bahwa Kabupaten Gowa memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga melalui program ini, Aurama yakin potensi tersebut bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi dengan komitmen dan sinergi berbagai pihak, diharapkan Pengembangan Potensi Ekonomi Produktif dapat memperkuat fondasi ekonomi Gowa dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya













