KabarSelatan.id — Sebanyak 376 santri ikuti wisuda TKA/ TPA/ LPPTKA BKPRMI ke XLV di Mesjid Nurul Iman Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (13/06).
Banyaknya peserta santri setiap tahunnya mendorong Pemkab Jeneponto menargetkan ribuan santri setiap tahun agar membentuk generasi berwawasan Qur'ani.
Bupati Iksan Iskandar mengapresiasi pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) atas komitmen dan konsistensi pembinaan yang selama ini dilakukan secara massif.
Ia menyebut usaha konsisten, terukur dan massif yang dilakukan BKPRMI kini telah membuahkan hasil yang signifikan.
"Alhamdulillah pada semester pertama ini kita mampu mewisuda sebanyak 1.313 santri itu artinya pada semester kedua akan melewati target yakni 2.000 santri per tahun,"ujarnya.
Selain itu, bupati dua periode itu berharap agar upaya pembinaan yang dilakukan guru santri di desa atau kelurahan masing-masing dapat berjalan massif dan konsisten.
"Prosesi Wisuda bukanlah tujuan akhir dari pendidikan maka terus lanjutkan perjuangan belajar mengajar dan tetap menghargai guru, dimanapun, kapanpun karakter Insan Qu'rani harus selalu hadir dalam hati anak-anakku sekalian,"ujarnya
Sehingga kuantitas dan kualitas adalah dua kata yang tepat menggambarkan performa daerah jeneponto dalam upaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berwawasan Qur'ani.
Dimana, sejak awal kepemimpinan bupati Iksan Iskandar bersama wakil Bupati Paris Yasir. Kabupaten Jeneponto menjadi salah satu daerah dengan progres paling menjanjikan
Berdasarkan data tercatat dalam sejarah bahwa sejak tahun 2018 sampai awal 2022. Pemerintah kabupaten jeneponto melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TKA/TPA Al-Qur’an, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI) telah berhasil membukukan sebanyak 17.320 orang wisudawan(i)
Sementara Ketua DPD BKPRMI jeneponto Salihuddin menyampaikan rata-rata mencapai ribuan wisudawan santri.
"Alhamdulillah setiap tahun kita mampu menyentuh angka 2.000 orang. Atas dukungan Bupati, Wakil Bupati, Kabag Kesra dan seluruh pihak yang telah banyak berkontribusi,"ucapnya.
Ia menjelaskan jika santri yang diwisuda berhak mendapatkan ijazah dimana sebelumnya telah melewati proses seleksi (Munaqasah) yang sangat ketat.
"Dengan pembinaan dan seleksi yang ketat kita semua berharap anak-anak kita terlahir sebagai santri yang memiliki kualitas mumpuni,"akunya.
Tercatat, Kecamatan Binamu-Turatea menjadi Zona wisuda pertama dari 5 zona yang berurutan akan melangsungkan prosesi wisuda pekan ini dengan total 1.313 santriwan(i).













