KABARBUGIS.ID — Puluhan Bagang Tancap milik warga Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang dikabarkan rusak diterjang ombak dan angin kencang, Kamis (26/5) malam. Akibat peristiwa itu sebanyak 28 orang dinyatakan hanyut.
Lurah Pallamenag, Fajrin Ambana membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan hujan deras disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Pallameang membuat setidaknya 13 Bagang hancur diterjang ombak.
“Ada sekitar 13 Bagang Tancap yang dinyatakan rusak akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Bagang-bagang itu berdiri sekitar 100-200 meter dari bibir pantai,” kata Fajrin Ambana kepada KabarBugis.id, Jumat (27/5) pagi.
“Laporan warga ke 13 Bagang itu ada 28 orang yang hanyut, 4 diantaranya hilang. Namun, pagi ini sudah ditemukan semua,” tambahnya.
Tak hanya itu, Fajrin menambahkan gelombang sekitar pukul 23.00 WITA itu juga turut merusak 21 sampan (perahu kecil) milik nelayan setempat.
Fajrin menghimbau masyarakat di pesisir pantai untuk senantiasa waspada terutama bagi warga yang berada di bibir pantai.
“Untuk warga kita terus himbau agar tetap waspada jangan sampai terjadinya angin dan gelombang susulan. Sembari kita membersihkan puing sampan yang rusak,” ujarnya.














