kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Gegara Itik, Dua Warga Ammani Terlibat Perkelahian yang Berujung Maut

KABARBUGIS.ID — Dua warga asal Kampung Ammani, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan terlibat perkelahian yang berujung maut, Senin (17/1) kemarin.

Korban yang tewas bernama Supardi alias Tattoe (39). Dia tewas di tangan Baharuddin alias Congkeng (39). Keduanya merupakan warga Ammani.

Perkelahian berujung maut itu dipicu masalah itik. Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis.

Ia mengatakan motif terjadinya tindak pidana tersebut diduga karena adanya kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

Dimana pelaku dan korban sama-sama mengurus lokasi penggembalaan itik.

Namun, sebelumnya dua penggembala itik yang diberikan lokasi tersebut berselisih. Dikarenakan menduga itiknya bercampur.

"Penggembala itik pihak korban mengira bahwa itik miliknya ada dikandang dari penggembala pihak terduga pelaku. Hal inilah yang membuat keduanya berselisih," kata AKP Muhalis saat dikonfirmasi, Selasa (18/1). 

Perkelahian pun terjadi saat korban dan pelaku bertemu di area persawahan  di Jalan Tani, Kampung Ammani, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Korban sempat berkata ke pelaku "kamu kasih malu saya".

Kemudian mengayunkan sebilah parang dan mengenai kepala dari terduga pelaku.

Terduga pelaku Baharuddin alias Congkeng  turun dari sepeda motornya dan mengayunkan parangnya ke arah korban. Akibatnya korban mengalami luka di bagian leher. 

"Korban sempat lari meninggalkan TKP menuju ke arah rumahnya. Namun, terduga pelaku tetap mengejar," ucapnya.

Muhalis menuturkan, pada saat berada di area perumahan yang tidak jauh dari rumah korban, terduga pelaku kembali memarangi korban secara berulang kali yang mengenai bagian punggung dan bagian kaki korban.

"Setelah memarangi korban, terduga pelaku lari. Sementara korban meninggal dunia di TKP," tuturnya.

Pihaknya pun menuju TKP dan melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

"Sekitar pukul 18.20 Wita itu, terduga pelaku diantar keluarganya ke Polsek Mattiro Sompe dan menyerahkan diri," bebernya.

Dikatakan, setelah menyerahkan diri, terduga pelaku dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Sebelum diamankan di Polres Pinrang, terduga paku dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan karena terluka saat berkelahi dengan korban," katanya.

Hasil interogasi, terduga pelaku mengakui perbuatannya yang telah menganiaya korban menggunakan sebilah parang.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni sebilah parang milik korban dan pelaku serta satu sepeda motor honda revo.

"Saat ini pelaku berada di Polres Pinrang guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," imbuhnya.

error: Content is protected !!