kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dinilai Penting, Pansus Terus Genjot Hadirnya Perda Aksara Lontaraq

KabarMakassar.com — Panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Literasi Aksara Lontaraq terus menggenjot hadirnya Perda Aksara Lontaraq.

Juru Bicara tim inisiator Pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) DPRD Sulsel, Risfayanti Muin menilai Ranperda tersebut sangat penting untuk daerah Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

Karenanya, politisi PDI Perjuangan ini menganggap perlu melakukan pembahasan lebih dalam terkait pembentukan Ranperda Literasi Aksara lontaraq.

Menurutnya, sejauh ini Ranperda tersebut telah melalui ekspose dan tengah dibahas di tingkat pansus. Termasuk oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah atau Bapemperda serta pengharmonisasian pembulatan dan pemantapan oleh Kemenkuham.

"Aksara lontara merupakan salah satu bentukan dan ciri pembeda dari bahasa lain yang dimiliki oleh suku Bugis Makassar. Aksara lontara adalah aksara tradisional masyarakat Bugis Makassar sebagai simbol alat visual dalam berkomunikasi," ujar Risfayanti Muin, Kamis (10/11).

Menurut Risfayanti, di Sulsel ada beberapa aksara yang dipakai masyarakat. Seperti aksara lontaraq lama dan aksara lontaraq baru. 

Ada juga aksara jangang-jangang, aksara lontara ukiri dan aksara bilang-bilang. Namun, hingga kini hanya aksara lontara yang berhasil bertahan.

"Itupun cepat punah dalam penggunaan sehari-hari dan akan terlihat di manuskrip kuno seiring dengan perkembangan zaman. Sehingga apabila hal tersebut dibiarkan maka aksara lontara yang merupakan aset nasional akan hilang dan punah," tegasnya.

Ia mengatakan, dalam aksara lontaraq terdapat nilai sosial, budaya yang dapat meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Bugis Makassar. Dimana mengandung unsur adat istiadat, ajaran moral dan petuah dalam bingkai kebudayaan Bugis Makassar.

"Maka lontaraq memiliki tiga pengertian yang terkandung di dalamnya yakni lontara sebagai huruf atau aksara, lontaraq sebagai sejarah dan lontaraq sebagai ilmu pengetahuan. Sehingga tidak salah jika penemuan aksara dianggap sebagai spektakuler dari kebudayaan sebuah bangsa," pungkasnya.

error: Content is protected !!