kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan, Herman Penyandang Disabilitas Netra Raih Sarjana

KabarMakassar.com — Impian dan cita-cita Herman meraih gelar sarjana akhirnya tercapai.  Wisudawan penyandang disabilitas netra tersebut berhasil menyelesaikan studi dan dikukuhkan di perhelatan wisuda Universitas Islam Makassar (UIM) yang digelar di Auditorium K.H. Muhyiddin Zain, Senin (06/06).

Saat dihubungi, Herman menceritakan kisah perjuangannya dalam menyelesaikan studinya selama kurang lebih 4 tahun 6 bulan.

Pria kelahiran Sinjai, 3 April 1992 tersebut menempuh pendidikan jenjang S1 pada program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama, UIM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.50

"Saya kuliah di jurusan pendidikan agama islam di UIM dan selesai kurang lebih 4.5 tahun," ungkapnya.

Meski begitu, Herman rupanya memiliki cerita panjang perjuangannya untuk meraih gelar sarjana.

Ia menuturkan, sebagai penyandang disabilitas netra ia kerap kali mendapatkan hambatan dalam akses menuju kampus.

Herman yang sehari-hari menaiki bus metro mini (Pete-pete) ketika ke kampus kerap diturunkan di alamat dan tujuan yang salah. 

Bahkan supir kerap melewati kampus UIM yang merupakan tujuan Herman dan menurunkannya di sembarang tempat.

"Tantangannya mungkin akses ke kampus, karena saya sering naik Pete-pete biasa supir belum pi sampai kampus na turunkan ma atau biasa na lewati kampus," pungkasnya.

Selain itu, dalam hal akses jalan masuk menuju Fakultas Agama yang menjadi tempat Herman menempuh pendidikan, ia kerap harus berkeliling memutari kampus dengan tongkatnya karena tersesat dan akses jalan yang tidak mendukung.

"Kadang kalau saya mau ke fakultas putar-putar ka dulu karena tidak saya lihat jalan, kan dulu jalannya UIM masih belum seperti sekarang," sambungnya.

Selain itu, ia juga kerap terhambat dalam proses menerima pelajaran yang biasanya menggunakan power point untuk presentasi belajar sementara tidak ada fasilitas khusus yang diberikan untuk mengakses materi tersebut.

"Kalau proses belajar kendalanya biasa kalau dosen atau teman presentasi pakai slide power point itu kan saya tidak bisa lihat terus tidak ada dikasi materinya khusus untuk saya baca dengan mendengarkan," sambungnya.

Meski begitu, segala tantangan yang ia hadapi tidak menyurutkan niatnya meraih gelar sarjana termasuk tidak menggubris stigma oleh teman-teman mahasiswa lain tentang penyandang disabilitas.

Menurutnya, setiap orang mesti berpikir positif dan terus fokus mengejar apa yang telah diimpikan.

"Kalau saya lebih ke positif thinking yah karena masih banyak kok orang baik diluar sana, kita tidak mesti mendengarkan stigma tentang kita," tegasnya.

Anak ketiga dari bapak Amiruddin dan Almarhumah Mariama tersebut menegaskan bahwa menjadi seorang penyandang disabilitas bukan sebuah halangan namun keunikan. 

"Orang kan ngomong kita ini terbatas padahal kita sama dengan non disabilitas hanya saja kita unik berbeda, saya bica membaca dengan cara mendengar gitukan, tapi orang lain dia melihat," jelasnya.

error: Content is protected !!