Kabar Makassar.com — Pelaksanaan konvensi nasional Pendeta Gereja Toraja sementara berlangsung di kompleks Asrama Haji Sudiang Makassar. Dimana kegiatan ini berlangsung selama tiga hari terhitung 18-20 Mei 2022.
Kadiskominfo Sulsel Amson Padolo mengatakan jika pembukaan telah sukses digelar dan menghadirkan pejabat pemerintahan, tokoh pemuka agama di Sulsel bahkan tokoh-tokoh penting asal Toraja lainnya.
Sebelumnya pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gendang oleh, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren, Nuruzzaman, Ketua PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, dan juga Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt DR Alfred Anggui, pada Rabu 18 Mei 2022.
"Kita bersyukur pembukaan kemarin telah berjalan dengan baik. Sebagai pengarah panitia berharap konvensi ini menghasilkan rumusan- rumusan yang mendukung perkembangan Gereja serta bagaimana Gereja Toraja hadir serta memberi karya nyata di tengah-tengah masyarakat," kata Amson Padolo yang juga masuk dalam kepanitian sebagai pengarah acara Konvensi ke-3 Pendeta Gereja Toraja, Jumat (20/5).
Menurut Amson jika kegiatan konvensi ini digelar di Asrama Haji merupakan moment yang sangat penting dan luarbiasa dari sini kita bisa merajut indahnya toleransi antar umat beragama di Indonesia.
Lanjut Amson menyampaikan jika Pemprov Sulsel sendiri sangat mensupport acara ini. Tidak hanya pembukaan saja, Pemprov juga akan memfasilitasi dan medukung setiap acara kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk memupuk persaudaraan dan tolensi umat beragama.
Kegiatan konvensi ini dihadiri antara lain, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren, Nuruzzaman, Ketua PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, Ketua MUI Sulsel beserta pengurus, Ketua MUI Makassar dan jajaran pengurus, dari Pihak Muhammadiyah Sulsel dan Makassar, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Pengurus Nahdlatul Ulama, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, Wakil Bupati Tator Dr Zadrak Tombeq, Wakil Bupati Toraja Utara Frederik "Dedy"Palimbong, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan (Sulsel), Yonggris Lao, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Selatan, Gede Durahman, Anggota DPRD Sulsel Dan Pongtasik dan juga Ketua PGIW Sulselbara Pdt Adrie O Massie serta sejumlah undangan baik perwakilan Polda Sulsel, TNI AD, Lantmal VI dan TNI AU pangkoopsau.













