KabarMakassar.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/09). Tercatat, pada pukul 10.01 WITA, indeks kehilangan sebanyak 7,23 poin atau setara dengan melemah sebesar 0,11 persen ke posisi 6.453.
Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1,76 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp797 miliar.
Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 143.167. Dimana, saham yang menguat ada 285, saham yang melemah ada 179, kemudian saham yang berada dalam posisi stagnan ada 220.
Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, tekanan bersumber dari naiknya harga minyak WTI yang mencapai US$102/barel serta Brent yang mencapai US$107/barel, juga nilai tukar rupiah yang melemah.
Kini pasar saham turut mengalami tekanan akibat kenaikan UST 10Y yang tembus level 5 persen yang juga meningkatkan tekanan atas aset emerging market. Saat ini, fokus utama tertuju pada Federal Open Market Committee (FOMC) 15 sampai dengan 16 September setempat, dengan probabilitas kenaikan 25 bps mencapai 92,4 persen.
Pasar juga tengah berfokus pada guidance The Fed, terkhususnya pada potensi higher for longer di tengah harga minyak yang berada di atas US$100/barel serta yield UST 10Y yang mencapai 5 persen. Tak hanya itu, dari sisi domestik, sentimen bakal berfokus pada kebijakan awal dari Menteri Keuangan yang baru yakni Suahasil Nazara dalam menjaga kredibilitas fiskal serta stabilitas APBN.
Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Rabu (16/09), yaitu:
Phillip Sekuritas
– SSIA dan MARK
MNC Sekuritas
– BRMS, INCO dan MAPA
CGS International Sekuritas
– CMRY, ERAA, BRMS, TINS, AADI dan AUTO
BRI Danareksa Sekuritas
– AMMN, BRMS dan SRSN
Phintraco Sekuritas
– MAPI, AUTO, PWON, ULTJ dan ANTM
Panin Sekuritas
– BBRI, BBCA dan PGEO
Mirae Asset Sekuritas
– AMRT, AUTO dan MAPI
BNI Sekuritas
– TAPG, AMMN, RAJA, BUMI, MEDC dan BIPI
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.













