kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Santri Asal Makassar Temukan Celah Keamanan Sistem NASA dan University of Melbourne

Santri Asal Makassar Temukan Celah Keamanan Sistem NASA dan University of Melbourne
Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 di Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar yang menemukan celah keamanan kritis di sistem NASA dan University of Melbourne (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Muhammad Al Hindawi, seorang santri kelas 12 di Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar, mengukir prestasi membanggakan di bidang cybersecurity.

Ia berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan tingkat kritis (critical vulnerability) berjenis SQL Injection pada sistem milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), serta University of Melbourne, yang merupakan universitas peringkat 1 di Australia sekaligus ke 19 terbaik di dunia.

Temuan-temuan tersebut ia laporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd dan telah divalidasi resmi oleh tim keamanan siber dari kedua institusi dunia tersebut.

Al Hindawi mengaku baru sekitar empat hingga lima bulan mempelajari cybersecurity secara otodidak. Ia mengasah kemampuannya lewat berbagai tutorial di YouTube serta mempelajari laporan riset keamanan siber yang dipublikasikan oleh para peneliti lain di platform Bugcrowd.

“Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection,” ujar Al Hindawi menjelaskan proses awal penelusurannya, Selasa (15/09).

Hingga saat ini, Al Hindawi tercatat telah berhasil menemukan dua celah keamanan kritis pada sistem NASA dan satu celah keamanan kritis pada University of Melbourne.

Atas kontribusinya menjaga keamanan sistem, ia menerima surat penghargaan resmi (Letter of Recognition / LOR) dari NASA serta konfirmasi validasi resmi dari tim Cyber Operations University of Melbourne.

Sebelum berhasil menembus institusi berkelas dunia tersebut, Al Hindawi juga sempat menemukan celah keamanan pada sistem milik pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.

Kisah Al Hindawi menambah daftar panjang talenta muda Indonesia yang berhasil menembus program keamanan siber institusi berskala global secara mandiri, membuktikan bahwa ketekunan belajar otodidak mampu menembus batas tanpa harus bergantung pada latar belakang pendidikan formal di bidang teknologi informasi.