KabarMakassar.com — Hujan ringan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9) pagi, setelah kedua daerah tersebut dilanda musim kemarau.
Turunnya hujan disambut sukacita masyarakat. Sejumlah warga bahkan membagikan momen hujan melalui media sosial sembari menyampaikan rasa syukur dan berharap musim kemarau segera berakhir.
Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Toraja menegaskan hujan yang terjadi belum menjadi tanda dimulainya musim hujan.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Toraja, Rifzan Malik Ibrahim, mengatakan hujan yang mengguyur Tana Toraja dan Toraja Utara masih bersifat lokal dengan intensitas ringan.
Menurut dia, secara klimatologis wilayah Toraja masih berada dalam periode musim kemarau, dengan puncak kemarau terjadi sekitar Agustus hingga September.
“Untuk hujan ringan yang terjadi pagi ini, khususnya di sekitar Makale, sifatnya masih lokal dan belum menunjukkan bahwa musim hujan sudah masuk,” kata Rifzan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (13/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi curah hujan tahun ini juga masih dipengaruhi El Niño sehingga secara umum intensitas hujan cenderung rendah.
“Tapi perlu diingat bahwa hujan di tahun ini masih di bawah normal,” ujarnya.
Meski demikian, Rifzan menjelaskan musim kemarau bukan berarti suatu wilayah sama sekali tidak akan diguyur hujan.
Karakteristik topografi Toraja serta kondisi atmosfer lokal memungkinkan terbentuknya awan hujan pada wilayah tertentu meski secara umum masih berada dalam periode kemarau.
“Tapi perlu dipahami bahwa kemarau tidak berarti tidak hujan sama sekali. Di wilayah Toraja, faktor topografi dan kondisi atmosfer lokal sangat memungkinkan terbentuknya hujan setempat. Jadi bisa saja Makale pagi ini hujan ringan, sementara wilayah lain masih cerah,” jelasnya.
Rifzan mengatakan, penetapan awal musim hujan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu kali kejadian hujan. BMKG melihat konsistensi curah hujan dalam beberapa dasarian untuk menentukan perubahan musim.
Peluang peningkatan curah hujan di Toraja diperkirakan mulai terjadi memasuki Oktober hingga November. Kendati demikian, tidak seluruh wilayah akan memasuki musim hujan pada waktu yang bersamaan.
“Untuk penentuan awal musim hujan, kita tidak melihat dari satu kejadian hujan saja, tetapi dari konsistensi curah hujan dalam beberapa dasarian,” katanya.
Sementara itu, prakiraan cuaca pada Minggu (13/9/2026) sebelumnya menunjukkan wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara pada pagi hari cenderung berawan, siang hingga sore cerah, malam cerah, serta dini hari cerah berawan.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 17 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 55–97 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 8–30 kilometer per jam dan tidak terdapat peringatan dini cuaca.
BMKG Toraja mengimbau masyarakat tidak langsung menyimpulkan musim hujan telah dimulai hanya berdasarkan hujan ringan yang terjadi pada Minggu pagi.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi BMKG karena hujan lokal masih sangat mungkin terjadi selama periode kemarau maupun masa peralihan musim.













