KabarMakassar.com – Pemerintah Kabupaten Maros terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kemampuan fiskal daerah sekaligus memastikan target pendapatan dalam APBD 2026 dapat tercapai.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan optimalisasi pendapatan merupakan hasil kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi salah satu perangkat daerah yang berperan dalam menggali potensi penerimaan.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus mencari dan mengoptimalkan sumber-sumber PAD yang tersedia tanpa memberikan beban tambahan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Maros. Di tengah efisiensi anggaran, kita tetap mampu menjaga kinerja pendapatan daerah. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya, Minggu (26/07).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan Maros telah mencapai 52,58 persen.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Angkanya juga melampaui rata-rata realisasi pendapatan daerah Sulsel yang berada di level 41,07 persen.
Kepala Bapenda Maros M Ferdiansyah mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajarannya untuk terus meningkatkan penerimaan hingga akhir tahun.
“Kita tahu di tengah efisiensi, maka tulang punggung keuangan daerah berada pada realisasi pendapatan khususnya pendapatan asli daerah. Tentu ini motivasi bagi kita untuk terus bekerja sehingga pendapatan pada APBD Maros dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Pemkab Maros berharap optimalisasi berbagai potensi pendapatan dapat menjaga kinerja fiskal daerah hingga akhir tahun anggaran 2026.













