kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

23 Rumah Asrama Kodam Mattoanging Terbakar, Api Diduga Muncul Usai Listrik Menyala

23 Rumah Asrama Kodam Mattoanging Terbakar, Api Diduga Muncul Usai Listrik Menyala
Suasana pasca kebakaran di Asrama Kodam Mattoanging (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kebakaran melanda kawasan Asrama Kodam Mattoanging di Jalan Kakatua dan Cenderawasih, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, pada Selasa (01/09).

Sebanyak 23 rumah dilaporkan terbakar dalam insiden tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa itu.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Laporan kemudian diterima Mako Damkar sekitar pukul 13.40 WITA.

“Objek yang terbakar diperkirakan sekitar 23 unit rumah. Untuk korban jiwa tidak ada, nihil,” kata pria yang akrab disapa Fawel itu dalam keterangannya.

Menurutnya, dugaan awal kebakaran berkaitan dengan kondisi kelistrikan. Sebelum api muncul, kawasan tersebut sempat mengalami pemadaman listrik.

“Tadi sempat terjadi mati lampu, kemudian listrik menyala kembali dan tak lama terjadi kebakaran,” ujarnya.

Fawel menegaskan, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan karena penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

“Iya, betul. Namun itu baru perkiraan awal, kami belum bisa memastikan,” katanya.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Makassar mengerahkan sekitar 25 unit armada pemadam dan satu unit rescue. Sebanyak 78 personel pemadaman dan rescue diterjunkan ke lokasi.

Api berhasil dikuasai sekitar pukul 14.55 WITA setelah petugas melakukan pemadaman selama kurang lebih satu hingga satu jam 20 menit.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Fawel menyebut akses menuju lokasi yang relatif sempit serta tiupan angin kencang menjadi kendala petugas.

“Kendala utama adalah akses jalan yang cukup kecil serta tiupan angin yang sangat kencang di lokasi. Hal ini mempercepat penyeberangan dan pembesaran api,” jelasnya.

Komandan Koramil 1408-06/Mamajang, Mayor Arh H. Jamaluddin, mengatakan warga yang berada di sekitar lokasi langsung menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar.

“Ada aktivitas warga, tetapi mereka langsung menyelamatkan diri masing-masing karena api dengan cepat membesar terbawa angin,” kata Jamaluddin.

Ia menyebut sementara terdapat 23 kepala keluarga yang terdampak akibat kebakaran tersebut.
Terkait titik awal api, Jamaluddin mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penelusuran tim di lapangan.

“Saat ini masih ditelusuri dan didalami oleh tim di lapangan,” ujarnya singkat.

Jamaluddin juga membenarkan bahwa aliran listrik sempat dipadamkan ketika kebakaran terjadi. Menurutnya, PLN langsung merespons untuk mengamankan jaringan listrik di sekitar lokasi.

“Saat kejadian listrik sempat dipadamkan. Respons dari pihak PLN sangat cepat untuk langsung memadamkan arus,” katanya.

Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Pendataan terhadap rumah dan harta benda yang terdampak masih dilakukan.

“Itu belum bisa dipastikan, nanti akan dijelaskan setelah proses pendataan selesai,” ujar Jamaluddin.

Untuk penanganan warga terdampak, pihaknya menyiapkan rencana posko pengungsian di lapangan yang berada di tengah kompleks, tidak jauh dari masjid.

“Kami masih menunggu koordinasi dengan BPBD untuk menentukan lokasi terbaik, termasuk penyiapan dapur umum,” katanya.

Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pendataan di lapangan.