KabarMakassar.com — Gedung sayap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar di Jalan Andi Pettarani mulai menjadi ruang kerja sementara bagi anggota dewan setelah gedung utama sebelumnya terdampak kebakaran.
Meski dinilai cukup untuk menunjang aktivitas perkantoran, fasilitas keselamatan menjadi perhatian utama sebelum seluruh anggota berkantor secara optimal.
Diketahui, gedung utama DPRD Kota Makassar mengalami kebakaran hebat pada 29 Agustus 2025 lalu usai aksi besar-besaran.
Anggota DPRD Kota Makassar, dr Fahrizal Arrahman Husain, mengatakan kapasitas ruangan yang tersedia saat ini masih dapat dimaksimalkan. Namun, kondisi gedung yang berbeda dari bangunan sebelumnya membuat sejumlah fasilitas pendukung perlu segera dibenahi.
“Kalau untuk sekarang, dengan memaksimalkan ruangan-ruangan yang ada sudah cukup untuk kami. Tapi memang untuk parkiran kami meminta disediakan,” kata Fahrizal, Selasa (18/08).
Menurutnya, kebutuhan parkir perlu diatur agar kendaraan tidak menumpuk di sekitar kawasan gedung selama proses pembangunan dan penataan berlangsung. Pihaknya mendorong adanya kerja sama dengan area parkir KFC untuk mendukung akses keluar-masuk kendaraan.
“Untuk parkiran, kami meminta faskon menyediakan parkiran bekerja sama dengan KFC, supaya ada jalur keluar masuk dan kendaraan tidak berjejer di situ,” ujarnya.
Selain persoalan parkir, Fahrizal menilai jalur evakuasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Pengalaman kebakaran sebelumnya disebut masih menyisakan trauma bagi sejumlah anggota dan pegawai.
“Teman-teman meminta jalur evakuasi diadakan sesegera mungkin. Mau tidak mau pasti masih ada teman-teman yang mengalami trauma sebelumnya,” tuturnya.
Ia menyebut keberadaan jalur evakuasi menjadi salah satu pertimbangan sebelum seluruh anggota merasa nyaman untuk berkantor di gedung tersebut.
“Beberapa teman-teman meminta disediakan dulu jalur evakuasi, setelah itu baru mereka ingin berkantor di sini,” katanya.
Meski demikian, Fahrizal menilai suasana gedung baru tersebut cukup mendukung aktivitas kerja. Ia menggambarkan karakter bangunan yang berbeda dibandingkan gedung DPRD sebelum terbakar.
“Kalau untuk berkantor memang rasanya agak beda daripada gedung sebelumnya. Ini terasa betul-betul berkantor, seperti rumah panggung. Tapi ini bagus, suasananya memang berkantor banget,” tukasnya.














