KabarMakassar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan proses pengembangan proyek pengolahan sampah modern berbasis waste-to-energy memasuki tahap lanjutan setelah menyiapkan lahan seluas sekitar delapan hektare sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut.
Penyiapan lahan dilakukan menyusul pertemuan lanjutan antara Pemkab Gowa dan perusahaan energi asal Kanada, Portage Energy Group Inc., yang membahas rencana investasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas hingga 1.000 ton per hari dengan potensi menghasilkan listrik sekitar 20 megawatt (MW).
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (DM), mengatakan lokasi yang disiapkan telah melalui peninjauan awal dan secara teknis dinilai memenuhi kebutuhan proyek. Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Kami sudah meninjau lokasi yang direncanakan. Kebutuhan lahannya sekitar delapan hektare dan secara teknis sudah memenuhi persyaratan. Selanjutnya akan dibahas lebih komprehensif bersama seluruh pihak terkait,” ujar Darmawangsyah, Selasa (28/7).
Menurutnya, penyiapan lahan menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung realisasi investasi yang diperkirakan mencapai USD 80 juta atau sekitar Rp1,3 triliun tersebut.
Selain memastikan kesiapan lokasi, Pemkab Gowa juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses investasi, termasuk tahapan perizinan, dapat berjalan lebih cepat melalui mekanisme yang terintegrasi.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh proses investasi, termasuk perizinannya, dapat berjalan secara terintegrasi sehingga proyek ini bisa segera direalisasikan,” katanya.
Darmawangsyah menambahkan, proyek tersebut sejalan dengan kebijakan nasional percepatan pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah daerah juga menyatakan siap menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama fasilitas tersebut.
Saat ini, timbunan sampah di Kabupaten Gowa mencapai sekitar 400 ton per hari. Pemkab Gowa juga membuka peluang kerja sama dengan daerah lain di kawasan Mamminasata agar kebutuhan pasokan hingga 1.000 ton sampah per hari dapat terpenuhi ketika fasilitas mulai beroperasi.
Sementara itu, Chief Commercial Officer Portage Energy Group Inc., Stephen Akpakwu, menyebut proyek tersebut dirancang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat peluang besar untuk mengubah sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Harapannya, proyek ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Stephen.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas waste-to-energy tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengolahan sampah modern terbesar di Sulawesi Selatan serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan penerapan ekonomi sirkular.













