KabarMakassar.com — Seorang pria berinisial DP (34) tewas usai ditikam saat pesta minuman keras (miras) di rumahnya kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Polisi mengungkap penikaman dipicu ketersinggungan terkait uang kembalian Rp100 ribu yang digunakan untuk membeli rokok.
Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’longan mengatakan peristiwa itu bermula saat korban dan terduga pelaku berinisial DB sedang minum miras bersama di lokasi kejadian pada Rabu (8/7).
Saat itu, pelaku menyerahkan uang Rp100 ribu kepada istri korban untuk membeli makanan.
“Permasalahan di lokasi TPA di mana korban dan pelaku itu sementara minum minuman keras, setelah itu ada uang yang dipakai untuk membeli rokok itu yang seratus ribu. (Jadi) Dipakai kembalian nya (uang membeli makan) untuk membeli rokok itulah ketersinggungan di situ karena ada pengaruh miras,” ujar Kompol Samuel To’longan, pada Kamis (9/7)
Samuel mengatakan pertengkaran antara korban dan pelaku tidak disaksikan secara langsung oleh istri korban maupun orang lain sebagai saksi. Sebab, saat keributan terjadi, orang-orang yang berada di lokasi sudah berhamburan.
“Jadi terjadinya penikaman karena saksi itu istri korban tidak melihat sudah terjadi pertengkaran di dalam di tempat mereka minum di situ. Jadi pada saat istrinya kembali sudah diliat suaminya tergetak di situ bersimbah darah,” katanya.
Samuel membeberkan, terduga pelaku telah terlebih dahulu kabur. Namun istri korban menemukan telepon seluler yang diduga milik pelaku yang langsung dibawa ke Polsek Manggala sebagai bukti untuk membuat laporan polisi.
“Istri korban itu mendapati HP milik terduga pelaku sehingga dipakai istrinya ke Polsek Manggala untuk melapor,” bebernya.
Akibat penikaman itu, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius di beberapa bagian tubuh
“Mereka saling kenal antara pelaku dan korban. Korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter di rumah sakit Bhayangkara dengan luka di sisi bawah bahu sebelah kiri, di bawah ketiak, luka terbuka di sebelah kiri dengan perut usus terburai,” jelasnya.
Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku DB yang melarikan diri usai kejadian.
“Untuk terduga pelaku masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” pungkas Samuel













