KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah mengalami koreksi atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (2/7).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah melemah sebanyak 0,17 persen ke posisi Rp17.960 per dolar AS yang turut mendekatkan rupiah pada posisi psikologisnya di Rp18.000 per dolar AS.
Terjadinya pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan lalu, dimana 1 Juli 2026 kemarin, rupiah ditutup melemah sebesar 0,31 persen ke level Rp17.930 per dolar AS.
Saat ini, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini bakal dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global.
Pelaku pasar tengah menunggu rilis data tenaga kerja AS yaitu nonfarm payrolls. Data itu menjadi fokus karena mampu memberi gambaran terkait kondisi pasar tenaga kerja AS dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
Dari sisi internal, pelaku pasar tengah memperhatikan data inflasi Indonesia yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik.
Inflasi Indonesia dilaporkan sebanyak 0,44 persen secara bulanan atau mtm pada Juni 2026. Inflasi tercatat sebanyak 3,34 persen yoy.
Tercatat, tekanan inflasi itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi bulan Mei 2026 yang mencatat inflasi sebesar 0,28 persen mtm.













