kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Drainase Hertasning Diperlebar, Jalan Aroepala Dibeton Hingga 40 Sentimeter

Drainase Hertasning Diperlebar, Jalan Aroepala Dibeton Hingga 40 Sentimeter
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat meninjau progres Program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Paket 1 di ruas Jalan Aroepala. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai melakukan peningkatan kapasitas drainase di Jalan Hertasning serta betonisasi Jalan Aroepala sebagai bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Infrastruktur Jalan Paket 1 senilai Rp430 miliar.

Pada ruas Jalan Hertasning, pekerjaan difokuskan pada peningkatan sistem drainase untuk mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap terjadi saat curah hujan tinggi. Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan gorong-gorong menggunakan beton pracetak atau precast jenis U-Ditch.

“Pekerjaan gorong-gorong di Jalan Hertasning saat ini menggunakan beton precast U-Ditch untuk memperlebar penampang aliran air sehingga kapasitas saluran drainase dapat meningkat dan mampu mengurangi potensi genangan,” kata Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (11/6).

Selain pembenahan drainase, pekerjaan peningkatan kualitas jalan juga mulai dilakukan pada ruas Jalan Aroepala. Tahap awal yang dikerjakan saat ini berupa pembangunan fondasi dasar sebelum dilakukan peningkatan struktur jalan secara bertahap.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan ruas tersebut memiliki konstruksi yang lebih kuat dibanding kondisi sebelumnya. Peningkatan kualitas jalan dinilai penting mengingat ruas tersebut menjadi salah satu jalur penghubung dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi setiap hari.

“Nantinya ruas Jalan Aroepala akan ditambah lapisan beton hingga sekitar 40 sentimeter. Dengan konstruksi yang lebih kuat, jalan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan ketahanan yang lebih baik bagi pengguna jalan,” jelasnya.

Di sisi lain, proses pengerjaan proyek berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik pekerjaan. Aktivitas alat berat dan pekerjaan konstruksi menyebabkan mobilitas pengguna jalan harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan selama proyek berlangsung.

Pemerintah mengakui pengerjaan infrastruktur pada ruas-ruas strategis tersebut membutuhkan waktu karena harus dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan. Selain itu, sebagian besar lokasi proyek berada pada jalur dengan volume kendaraan yang tinggi.

“Ruas-ruas ini merupakan jalur dengan lalu lintas harian yang sangat tinggi, sehingga pengerjaannya membutuhkan proses yang maksimal dan dilakukan secara bertahap demi menghasilkan kualitas konstruksi yang baik,” tuturnya.

Pemprov Sulsel juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul selama pelaksanaan proyek. Pemerintah meminta pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Program MYP Infrastruktur Jalan Paket 1 merupakan salah satu proyek strategis daerah yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas konektivitas antarwilayah. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.

Selain mendukung kelancaran transportasi, peningkatan kualitas jalan juga dinilai penting dalam menunjang aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Konektivitas yang lebih baik diyakini dapat memperkuat daya saing wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

“Pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian. Karena itu, kami terus mengawal seluruh program strategis agar selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Sulawesi Selatan,” pungkas Andi Sudirman.

error: Content is protected !!