kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham dari Berbagai Sekuritas

IHSG Terkoreksi, Cek Rekomendasi Saham dari Berbagai Sekuritas
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6).

Tercatat, indeks kehilangan sebanyak 3,1 poin atau setara dengan melemah 0,05 persen ke posisi 5.899 pada pukul 10.01 WITA.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 992 juta saham dengan nilai transaksi tembus Rp629 miliar.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 84.524 kali, dimana saham yang menguat ada 327, saham yang melemah 133, dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 198.

BRI Danareksa Sekuritas mengatakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat walau investor asing masih ada net sell sebanyak Rp2,93 triliun di pasar reguler.

Terjadinya potensi penguatan ini terjadi karena adanya kenaikan BI Rate sebesar 25 bps yang mampu membuat rupiah perkasa, kepastian dari tak naiknya harga BBM subsidi juga eskalasi kepercayaan investor yang kembali atas aset domestik.

Saat ini, pasar tengah memperhatikan efek dari kebijakan dalam menstabilkan rupiah serta rilis data ekonomi domestik yakni penjualan ritel.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Kamis (11/6), yaitu:

Phintraco Sekuritas

-INDF, PGAS, BBNI, TLKM dan ASSA

Panin Sekuritas

-MIDI, PTBA dan PACK

Mirae Asset Sekuritas

-BREN, ELSA dan PANI

BRI Danareksa Sekuritas

-DSSA, MBMA dan BRPT

Phillip Sekuritas

-ISAT dan TOTL

MNC Sekuritas

-AMMN, BIPI, MINA dan WIFI

CGS International Sekuritas

-BBRI, BMRI, MBMA, TINS, ISAT dan ADRO

BNI Sekuritas

-BBCA, BULL, TLKM, MBMA, BREN dan INET

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!