KabarMakassar.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi daerah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di Sulawesi Selatan pada Mei 2026.
Sementara itu, Kota Palopo mencatat inflasi terendah di antara wilayah yang menjadi cakupan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Berdasarkan data terbaru, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Selatan pada Mei 2026 mencapai 3,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,66.
Dari seluruh daerah penghitungan, Kabupaten Sidrap mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,04 persen dengan IHK 109,62. Angka tersebut berada di atas rata-rata inflasi tahunan Provinsi Sulawesi Selatan.
Sebaliknya, Kota Palopo menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 2,25 persen dengan IHK sebesar 110,23, menjadikannya wilayah dengan laju kenaikan harga paling rendah pada periode tersebut.
Selain inflasi tahunan, Sulawesi Selatan juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,09 persen pada Mei 2026. Angka ini menggambarkan kenaikan harga dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) atau inflasi sejak awal tahun hingga Mei 2026 tercatat sebesar 2,18 persen di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Data tersebut menunjukkan adanya variasi laju inflasi antarwilayah di Sulawesi Selatan, dengan Sidrap mencatat tekanan harga paling tinggi dan Palopo menjadi daerah dengan tingkat inflasi paling rendah pada Mei 2026.
Secara keseluruhan, inflasi tahunan Sulawesi Selatan tetap berada di level 3,12 persen, didukung IHK sebesar 111,66, sementara perkembangan inflasi bulanan dan kumulatif sejak awal tahun masing-masing tercatat 0,09 persen dan 2,18 persen.














