KabarMakassar.com — Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat permanen yang saat ini dibangun di Sulawesi Selatan ditargetkan sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan proses pembangunan terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abd Malik Faisal, mengatakan seluruh sekolah tersebut diproyeksikan mulai menerima siswa pada awal tahun ajaran baru. Saat ini pembangunan di berbagai lokasi telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
“Untuk sembilan Sekolah Rakyat yang saat ini sedang dibangun, insyaallah sudah dapat digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027,” ucap Malik, Senin (8/6).
Sembilan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, Tana Toraja, Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar. Kehadiran sekolah permanen ini menjadi bagian dari penguatan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Malik menjelaskan kontrak pembangunan seluruh sekolah tersebut akan berakhir pada penghujung Juni 2026. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, tahapan berikutnya adalah proses serah terima dan penataan lingkungan sekolah.
“Dari sembilan sekolah tersebut, kontraknya berakhir pada akhir Juni. Setelah itu masuk tahap penyerahan dan pembersihan. Insyaallah pada awal tahun ajaran baru, sekitar Juli atau Agustus 2026, sekolah-sekolah tersebut sudah dapat digunakan oleh para siswa,” jelasnya.
Menurut dia, perkembangan pembangunan saat ini berlangsung cukup cepat dibandingkan laporan progres yang diterima pada pertengahan Mei lalu. Sejumlah pekerjaan utama dan infrastruktur dasar di lokasi pembangunan telah diselesaikan.
“Perkembangannya sangat cepat. Kami optimistis pada akhir Juni seluruh pekerjaan bisa mencapai 100 persen karena saat ini yang tersisa hanya pekerjaan finishing, seperti pemasangan atap, pengecatan, dan pekerjaan penyempurnaan lainnya. Pekerjaan konstruksi utama dan infrastruktur dasarnya sudah selesai. Yang tersisa hanyalah tahap akhir pengerjaan,” urai Malik.
Ia menuturkan tahapan finishing menjadi fokus utama pekerjaan saat ini. Penyelesaian berbagai detail bangunan dilakukan agar sekolah siap digunakan ketika tahun ajaran baru dimulai.
Pemerintah juga menargetkan seluruh fasilitas pendukung dapat berfungsi secara optimal sebelum siswa mulai masuk. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berlangsung sejak hari pertama operasional.
Sekolah Rakyat yang dibangun di Sulawesi Selatan mengusung konsep sekolah terintegrasi dalam satu kawasan pendidikan. Dalam satu lokasi tersedia layanan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA secara bersamaan.
Setiap Sekolah Rakyat memiliki 36 ruang kelas yang terdiri atas 18 ruang kelas SD, sembilan ruang kelas SMP, dan sembilan ruang kelas SMA. Sehingga total terdapat 36 ruang kelas.
“Setiap kelas memiliki kapasitas 30 siswa. Dengan demikian, satu Sekolah Rakyat terintegrasi dapat menampung sekitar 1.080 siswa,” pungkas Malik.














