KabarMakassar.com — Dampak fenomena El Nino di Sulawesi Selatan diperkirakan tidak hanya memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok hingga meningkatkan inflasi daerah.
Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengatakan kenaikan harga komoditas pangan menjadi dampak lanjutan yang sulit dihindari ketika produksi pertanian terganggu akibat kekeringan.
“Pasti, itu dampak ikutan namanya, bukan cuma harga pasar, inflasi pasti akan terpicu, karena terpengaruh sembilan bahan pokok juga, yang dari pertanian. Pasti cabai terpengaruh, bawang terpengaruh, yang selama ini menjadi pemantik dari kenaikan atau terjadinya inflasi di Sulawesi selatan,” kata Jufri, Senin (20/04).
Selain sektor pertanian, ia menyebut sektor perikanan tambak juga berpotensi terdampak akibat perubahan keseimbangan air tawar dan air laut.
“Pertambakan juga kan tentu berpengaruh, karena menurun debit air, sementara kalau ikan bolu (bandeng) itu kan dia harus di air payau kan. Jadi biar dekat dengan air laut, kalau air sungai tidak seimbang, tidak payau lagi, langsung jadi asin. Pasti akan terpengaruh semua segi kehidupan, karena itu perlu langkah mitigasi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Jufri mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin terjadi dengan mengelola pengeluaran secara bijak.
“Saran saya, kalau di masa sekarang ada kelebihan, simpan dulu, nanti dibelanjakan setelah masa itu datang,” katanya.
Terkait langkah mitigasi di tingkat pemerintah daerah, Jufri menilai kepala daerah di kabupaten dan kota telah memahami potensi dampak El Nino dan mulai bersiap melakukan langkah antisipatif.
“Tanpa arahan pun daerah sudah siap-siap, karena mereka baca info yang sama dengan kita kan. Itu bagian dari warning untuk siap-siap. Pasti kepala daerah yang cerdas dan antisipatif, akan mengambil kebijakan. Cerdas dan antisipatif, itu kata kuncinya,” pungkasnya.













