kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bahlil Akui Sempat Waswas, Kini Masa Sulit Energi Lewat

Bahlil Akui Sempat Waswas, Kini Masa Sulit Energi Lewat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui pemerintah khususnya dirinya sempat diliputi rasa waswas menghadapi ancaman krisis energi, sebelum akhirnya memastikan kondisi tersebut kini telah berhasil dilewati oleh Indonesia.

Ia menyebut tekanan terhadap pasokan energi nasional sempat mencapai titik kritis pada awal April, terutama pada ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) yang diperkirakan tidak mampu bertahan hingga 10 hari terakhir.

“Kami sempat waswas mencari jalan keluarnya. Tapi alhamdulillah, berkat kerja tim dan komunikasi yang baik, masa krisis itu sudah lewat,” ujar Bahlil, dalam keterangannya, Sabtu (11/04).

Menurutnya, situasi genting itu memaksa pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomasi energi dengan sejumlah negara, seperti Australia, Jepang, dan Brunei Darussalam, guna mengamankan pasokan dalam waktu singkat.

“Sekarang kapal sudah masuk dan cadangan LPG kita sudah di atas 10 hari. Jadi kondisi sudah aman,” jelasnya.

Diantara tekanan tersebut, pemerintah juga mencatat capaian pada sektor solar. Bahlil menegaskan Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada impor, dengan kebutuhan sekitar 40 juta kiloliter telah dipenuhi dari produksi dalam negeri melalui program biodiesel B40.

“Kalau ini kita konsistenkan, ke depan kita bahkan bisa surplus sekitar 4 juta kiloliter, apalagi dengan rencana produksi B50 pada Juli nanti,” ujarnya.

Namun demikian, ketergantungan terhadap impor masih terjadi pada bahan bakar minyak (BBM) secara umum. Dari total konsumsi sekitar 39 juta kiloliter, produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 14 juta kiloliter.

Untuk menutup gap tersebut, pemerintah mengandalkan peningkatan kapasitas kilang melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) yang mulai berjalan sejak awal 2026.

“Dari RDMP, kita sudah menambah produksi minyak 5,6 juta kiloliter dan solar 4,5 juta kiloliter. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi kita,” ungkapnya.

Bahlil menegaskan, pengalaman menghadapi tekanan energi ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk mempercepat kemandirian energi nasional ke depan.

“Memang sempat ada masalah, tapi kita bisa lewati. Ini jadi momentum untuk memperkuat sistem energi nasional,” tukasnya.

error: Content is protected !!