kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Video Pria Minum Oli Viral, MUI Sulsel Tegaskan Haram dan Berisiko Kesehatan

Video Pria Minum Oli Viral, MUI Sulsel Tegaskan Haram dan Berisiko Kesehatan
Tangkapan layar video viral pria minum oli. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menanggapi beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pria meminum oli mesin kendaraan. Video tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan tindakan yang tidak lazim dan berpotensi membahayakan kesehatan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pria berkumpul sambil meminum cairan oli yang biasanya digunakan sebagai pelumas kendaraan bermotor. Aksi tersebut menuai kekhawatiran karena dalam percakapan video, oli itu disebut-sebut sebagai bahan yang dapat meningkatkan stamina tubuh.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan, Muammar Bakry, menegaskan bahwa oli kendaraan bukanlah bahan yang layak dikonsumsi manusia dalam kondisi apa pun. Ia menjelaskan bahwa oli merupakan produk kimia yang diformulasikan khusus untuk mesin dan tidak memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Penggunaan oli di luar peruntukannya dinilai sangat berisiko dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah terkait manfaat oli bagi tubuh.

“Yang pasti itu bukan untuk orang, itu dipakai pelumas mesin kendaraan, karena itu bisa merusak kesehatan,” kata Prof Muammar, Jumat (10/4).

Muammar juga menegaskan bahwa dalam perspektif keagamaan, segala sesuatu yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan jiwa yang merupakan nilai utama dalam ajaran agama.

Ia menilai tindakan mengonsumsi bahan berbahaya tidak hanya bertentangan dengan prinsip kesehatan, tetapi juga dengan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih selektif dalam mengikuti tren atau informasi yang beredar di media sosial.

“Yang pasti dalam pandangan keagamaan, ketika satu makanan membahayakan jiwa itu hukumnya haram,” ujarnya.

Selain itu, MUI Sulsel mengingatkan bahwa konten seperti yang beredar dalam video tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih jika tindakan berbahaya tersebut diklaim memiliki manfaat tertentu, seperti meningkatkan stamina tubuh.

Klaim yang tidak berdasar berisiko memicu orang lain untuk meniru tanpa memahami dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan. Fenomena ini dinilai semakin berbahaya jika video tersebut terus disebarkan secara luas di berbagai platform digital.

“Jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang salah. Apalagi kalau dianggap bisa meningkatkan stamina, lalu ditonton dan diikuti orang lain, ini berbahaya,” katanya.

Muammar menambahkan bahwa dampak dari konten berbahaya tidak hanya dirasakan oleh pelaku yang melakukan aksi tersebut. Penyebaran konten yang mengandung praktik berisiko juga dapat memberikan pengaruh negatif bagi masyarakat luas, khususnya kalangan muda yang mudah terpengaruh tren digital.

Ia menilai pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak memproduksi maupun menyebarkan konten yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak menjadikan konten ekstrem sebagai hiburan.

“Berbahaya bagi yang memberi contoh, dan berbahaya juga bagi yang menyebarkannya,” tegasnya.

Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan sejumlah pria mengonsumsi oli mesin dengan alasan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina tubuh. Tindakan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menimbulkan kekhawatiran dari berbagai kalangan karena dinilai berbahaya bagi kesehatan.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa terdapat sedikitnya dua video berbeda yang menampilkan aksi serupa, yakni beberapa pria yang terlihat meminum oli secara bersama-sama. Salah satu video diduga direkam di area dalam sebuah masjid, sedangkan video lainnya diduga diambil di halaman depan rumah warga.

Dalam rekaman tersebut, para pria terdengar berbicara menggunakan dialek dan bahasa Bugis-Makassar. Mereka menyebut bahwa konsumsi oli dipercaya dapat meredakan pegal dan linu pada tubuh serta meningkatkan stamina, meskipun klaim tersebut tidak memiliki dasar medis maupun ilmiah.

error: Content is protected !!