kabarbursa.com
kabarbursa.com

Ratusan PKL Ke DPRD Minta Solusi Soal Relokasi di Anjungan Pantai Losari

Aksi pedagang asongan di DPRD Makassar menolak relokasi dari kawasan Pantai Losari.
Aksi pedagang asongan di DPRD Makassar menolak relokasi dari kawasan Pantai Losari. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) atau pedagang asongan dari kawasan Anjungan Pantai Losari mendatangi gedung DPRD Kota Makassar untuk menyampaikan aspirasi terkait rencana relokasi yang dinilai belum mempertimbangkan kondisi mereka secara menyeluruh.

Aksi tersebut berlangsung tertib dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi pesan aspiratif, di antaranya “Kota Indah Pedagang Sengsara” serta “Apalah artinya kota indah kalau rakyat lapar!!!”.

Massa yang didominasi pedagang tampak memenuhi area terbuka, menyuarakan harapan akan solusi yang lebih adil.

Ketua Umum Serikat Rakyat Miskin Indonesia, Wahidah Baharuddin, menyampaikan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencari kejelasan atas kebijakan tersebut.

“Iya, ini sudah ketiga kalinya kami datang. Kami ingin memastikan rencana yang disampaikan melalui surat teguran dari Dinas Pariwisata memiliki dasar yang jelas. Harapannya tentu ada penjelasan yang bisa kami pahami bersama,” ujarnya.

Menurutnya, para pedagang selama ini beraktivitas di lokasi yang telah ditetapkan melalui kesepakatan bersama pada periode pemerintahan sebelumnya, tanpa mengganggu fasilitas umum seperti trotoar maupun badan jalan.

“Teman-teman berada di sana bukan atas inisiatif sendiri, tetapi melalui penempatan resmi. Karena itu, kami berharap ada pertimbangan yang lebih komprehensif sebelum kebijakan relokasi diambil,” tambahnya.

Wahidah juga menyoroti perlunya kebijakan yang berimbang agar seluruh pihak yang mencari penghidupan di kawasan tersebut tetap mendapatkan ruang.

“Kami memahami penataan kota itu penting. Namun, kami berharap tidak ada pihak yang merasa dirugikan, karena semuanya sama-sama berupaya mencari nafkah,” katanya.

Terkait opsi relokasi, para pedagang berharap pemerintah dapat meninjau kembali lokasi yang ditawarkan agar lebih sesuai dengan jenis usaha mereka, khususnya bagi pedagang kuliner.

“Harapannya tentu lokasi yang disiapkan dapat mendukung aktivitas usaha kami, sehingga tetap layak dan higienis bagi pembeli,” tukas Wahidah.

error: Content is protected !!