KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi penimbunan bahan pokok menjelang Idul Fitri.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, menilai momentum Ramadan hingga Lebaran kerap dimanfaatkan oleh spekulan untuk memainkan stok dan harga pangan di pasar.
Basdir mengatakan praktik penimbunan biasanya dilakukan dengan menyimpan barang dalam jumlah besar sehingga pasokan di pasar berkurang. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.
“Biasanya menjelang Lebaran ada saja spekulan yang bermain. Barang ditahan dulu supaya langka, setelah itu harga dinaikkan,” ujar Basdir, Minggu (08/03).
Politisi PKB itu menegaskan pemerintah kota perlu mengambil langkah antisipatif sejak dini. Ia mendorong Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya bersama Dinas Perdagangan untuk mengaktifkan operasi pasar secara rutin guna menjaga stabilitas harga.
“Dulu operasi pasar dilakukan aktif sehingga pengusaha nakal tidak punya ruang bermain. Harga di pasar harus tetap normal, kalau mulai naik maka pemerintah harus turun lewat operasi pasar atau pasar murah,” katanya.
Menurut Basdir, intervensi pemerintah idealnya sudah dilakukan minimal dua pekan sebelum Idul Fitri. Langkah itu penting agar potensi permainan harga oleh spekulan bisa ditekan lebih awal.
“Kalau tidak ada intervensi, spekulan bisa menimbun barang dan memainkan harga. Yang paling dirugikan tentu masyarakat,” jelasnya.
Meski hingga kini belum ada laporan resmi terkait penimbunan bahan pokok di Makassar, Komisi B DPRD tetap bersiaga. Basdir memastikan pihaknya tidak segan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar apabila ditemukan indikasi permainan harga atau stok.
Ia juga menegaskan sanksi tegas akan diberikan kepada pedagang yang terbukti menimbun kebutuhan pokok seperti beras dan gula.
“Kalau ada yang terbukti menimbun, kami akan minta pemerintah mencabut izin usahanya. Ini bukan hal baru, dulu pernah kami temukan penimbunan gula dan langsung ditindak,” tegasnya.
Basdir menilai penimbunan bahan pokok menjelang Lebaran merupakan tindakan yang merugikan masyarakat luas.
“Karena itu, pengawasan terhadap distribusi dan stok pangan harus diperketat agar harga tetap stabil hingga hari raya,” tukasnya.
![]()














