KabarMakassar.com — Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan, Rutan Kelas IIB Bantaeng resmi menjalin kemitraan dengan Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Perempuan dan Anak Bangkit Kabupaten Bantaeng.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan pada Selasa, (03/2).
Melalui kerja sama ini, Rutan Bantaeng akan melaksanakan program pembinaan psikologis bagi narapidana perempuan, guna mendukung kesehatan mental serta membangun kesiapan pribadi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Langkah ini menjadi terobosan penting dalam sistem pembinaan di Rutan Bantaeng. Melalui program ini, narapidana perempuan tidak hanya menjalani rutinitas harian, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan psikologis intensif untuk menjaga kesehatan mental serta membangun kesiapan pribadi mereka sebelum kembali ke masyarakat.
Ketua Pengurus YBH Perempuan dan Anak Bangkit, Andi Fuad, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam misi kemanusiaan ini.
“Kami siap berkontribusi aktif. Pendampingan psikologis ini akan dilakukan secara berkesinambungan agar para warga binaan perempuan merasa didukung dan memiliki harapan baru,” jelas Andi Fuad.
Kepala Rutan Kelas IIB Bantaeng, Ambo Asse A, menyebut sinergi ini sebagai langkah taktis untuk memperkuat pembinaan kepribadian.
Menurutnya, pemulihan kondisi kejiwaan adalah fondasi utama agar seorang warga binaan tidak mengulangi kesalahannya di masa depan.
“Kerja sama ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari YBH Perempuan dan Anak Bangkit. Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mental warga binaan kami,” ujar Ambo Asse.
Program pembinaan psikologis ini diharapkan mampu mereduksi stres dan trauma yang sering dialami narapidana perempuan selama menjalani masa hukumannya.
Dengan mental yang sehat dan pribadi yang tangguh, para warga binaan diharapkan dapat menjalani sisa masa pidana dengan lebih positif dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dan berharap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi narapidana perempuan,” pungkasnya.














