kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pengamanan Malam Tahun Baru Fokus Tekan Keramaian dan Pelanggaran

Pengamanan Malam Tahun Baru Fokus Tekan Keramaian dan Pelanggaran
Kapolda setelah virtual conference di Polrestabes Makassar. (Dok: Dwiki)

KabarMakassar.com — Pengendalian keramaian dan pembatasan perayaan berlebihan menjadi salah satu fokus pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Sulawesi Selatan.

Aparat menilai pendekatan pencegahan melalui imbauan kepada masyarakat berperan besar dalam menekan potensi gangguan keamanan dan pelanggaran hukum selama perayaan berlangsung.

Kebijakan pengamanan tersebut menjadi bagian dari evaluasi Operasi Lilin 2025 yang digelar di berbagai wilayah. Aparat mencatat bahwa minimnya pesta kembang api, konvoi, dan aktivitas yang berpotensi memicu gangguan ketertiban berdampak langsung terhadap situasi kamtibmas yang relatif terkendali.

Pengamanan malam Tahun Baru dilakukan dengan menempatkan personel di titik-titik perayaan dan lokasi rawan kerumunan. Sejumlah kawasan dengan mobilitas tinggi, termasuk pusat kota, jalur transportasi, dan area publik, menjadi sasaran pengawasan untuk mencegah pelanggaran hukum seperti penggunaan petasan ilegal, konsumsi minuman keras, serta aksi konvoi yang membahayakan pengguna jalan.

Dalam rangkaian pemantauan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., menyampaikan bahwa imbauan kepada masyarakat agar merayakan tahun baru secara sederhana memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan. Menurutnya, perayaan yang tidak berlebihan turut menekan potensi konflik, kecelakaan, dan tindak pidana.

Ia menyebut bahwa pengamanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan personel, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan dan imbauan yang disampaikan sejak sebelum malam pergantian tahun. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif semata.

Dalam laporannya kepada pimpinan pusat, Kapolda Sulsel menjelaskan bahwa aparat menyiagakan 6.991 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Personel tersebut ditempatkan di 94 titik perayaan yang tersebar di berbagai daerah, dengan konsentrasi terbesar di Makassar, Bone, dan Luwu Utara.

Pengendalian keramaian menjadi prioritas mengingat potensi gangguan hukum yang kerap muncul saat perayaan tahun baru, seperti pelanggaran lalu lintas, penggunaan bahan peledak ilegal, hingga tindak kriminal konvensional. Aparat melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan perayaan tidak berkembang menjadi kerumunan yang sulit dikendalikan.

Kapolda Sulsel juga menyoroti peran tokoh masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyampaikan imbauan kepada warga. Menurutnya, pesan yang disampaikan secara serentak dari berbagai pihak membantu membentuk kesadaran kolektif untuk merayakan tahun baru dengan tertib dan aman.

“Imbauan agar tidak berpesta berlebihan memberikan dampak positif. Masyarakat dapat merayakan tahun baru dengan tenang, tanpa gangguan yang berarti,” ujarnya.

Hingga berakhirnya malam pergantian tahun, aparat tidak mencatat adanya gangguan menonjol yang berkaitan dengan perayaan. Situasi tersebut dinilai sebagai hasil dari kombinasi pengamanan lapangan, pembatasan aktivitas berisiko, serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku.

Aparat menyatakan tetap melakukan pemantauan pascaperayaan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. Pengalaman pengamanan malam tahun baru ini akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan strategi pengendalian keamanan pada agenda besar berikutnya.

Loading