KabarMakassar.com — Suasana Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Aryaduta, tidak hanya diwarnai evaluasi politik dan konsolidasi struktur, tetapi juga penuh tawa.
Dua tokoh utama, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, saling balas kelakar politik yang membuat forum semakin cair.
Azhar Arsyad menyinggung perjalanan politik yang membutuhkan kesabaran, dengan mencontohkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
“Modal beliau hanya satu, sabar. Karena sabar, dari Wakil jadi gubernur. Jadi kalau ada yang bertanya sampai kapan sabar? Tidak ada batasnya,” katanya, kembali mengundang tawa, di Muswil PKB Sulsel digelar di Hotel Aryaduta, Senin (08/12).
Azhar bahkan menyentil ciri khas PKB yang menurutnya bukan tempat berkumpulnya orang kaya.
“Yang paling kaya di sini hanya Fauzi Andi Wawo. Yang lain tidak ada,” ucapnya, disambut sorakan dari peserta Muswil.
Tak mau Kalah, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membalas dengan gaya santai dan tak kalah menghibur. Ia membuka dengan humor soal dirinya yang sering mengirim utusan untuk mencari Ketua DPW PKB.
“Tidak banyak permintaan, tahu diri saja. Hidangkan saja,” katanya sambil tersenyum.
Ia bahkan menyebut Azhar sebagai sosok yang selalu ia dengar dengan reputasi baik. “Saya dengar terlalu banyak cerita baik dari Pak Ketua DPW. Tidak heran kalau dikasih kertas kosong pun beliau siap gas,” candanya.
Kelakar makin ramai ketika Gubernur bercerita tentang seorang sahabat lama yang dulunya selalu bersama di masa SMA dan Pramuka, namun kini tiba-tiba menjadi kompetitor politik.
“saya dan pak ketua ini dekat dan sama-sama teruskan bahkan tanggal dan bulan lahir kita saja sampai cuma beda tahun,” ujarnya.
“Tiba-tiba masuk namanya jadi calon (di Pilkada 2024) lawan saya. Saya tidak percaya. Beliau ke mana masuk ini?, padahal kita ini berteman,” tuturnya, membuat ruangan kembali pecah tawa.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan kedewasaan politik.
“Saya bilang, jangan lawan dia. Biarkan dia berjuang untuk partainya. Saya hanya berdoa yang terbaik,” katanya.
Andi Sudirman kemudian mengungkap kisah unik lain, usahanya mengajak seorang tokoh masuk PKB, namun gagal.
“Saya paksa masuk PKB. Dua periode dia jadi bupati, tapi tetap tidak mau. Saya sampai datang ke kampungnya, temui sepanjang jalan. Tapi ya, tetap tidak masuk,” ucapnya sambil tertawa.












