KabarMakassar.com — Warga RW5 Kelurahan Lembo menduga adanya pihak tertentu yang membekingi kelompok pelaku dalam rentetan aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Tallo Kota Makassar.
Dugaan itu disampaikan oleh Ati, warga RT2 yang menjadi korban usai mengikuti pertemuan Kamtibmas dalam rangka menindaklanjuti terjadinya perang antar kelompok di kampung sapiria kelurahan Lembo dan Borta yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar, di SMK 5 Kota Makassar, Kamis (20/11).
Hal tersebut kata Ati, bukan tanpa alasan pasalnya banyaknya barang bukti yang ditemukan. Ia kemudian mempertanyakan asal senjata api dan bahan peledak yang digunakan pelaku.
Ia menilai kemampuan ekonomi para pelaku tidak memungkinkan mereka membeli peralatan tersebut tanpa dukungan pihak lain.
“Kalau buruh harian, gajinya berapa? Bisa tidak beli senjata api? Kalau tidak ada yang membekingi, tidak mungkin, untuk makan sehari-hari saja sulit bagaimana mau beli begituan,” jelasnya.
Selain itu, Ia menilai respons aparat terhadap situasi di lapangan berjalan lambat, termasuk dalam pengamanan barang bukti yang ditemukan warga.
Menurutnya, sejak pagi warga telah menemukan bom Molotov, busur, dan narkoba jenis sabu di titik konflik. Namun hingga malam hari, barang-barang tersebut belum diamankan aparat.
“Sudah dari tadi pagi disuruh ambil, tapi sampai sekarang belum ada yang ambil,” ujarnya.
Ia juga menyebut aksi susulan sempat terjadi pascakebakaran besar pada 18 November 2025. Seorang anggota TNI yang berjaga berhasil mengamankan seorang warga yang diduga membawa bom Molotov, tetapi barang bukti lain masih dibiarkan di lokasi. Kondisi itu membuat warga cemas akan kemungkinan eskalasi ulang.
“Masyarakat RW5 sudah trauma sekali. Banyak yang tidak berani masuk ke rumahnya karena takut ada pembakaran lagi,” kata Ati.
Ati meminta aparat menegakkan hukum secara tegas dan tanpa tebang pilih. Ia menilai berbagai pertemuan antara pemerintah, kepolisian, dan TNI belum membuahkan hasil konkret.
“Kalau tidak ditindaklanjuti, itu hanya buang-buang energi dan anggaran, ini kita sudah lakukan pertemuan begini sudah dua kali,” Pungkasnya.













