KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar resmi menambah kekuatan aparatur sipilnya setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), melantik 6.936 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam Upacara Pelantikan dan Penyerahan SK Pengangkatan PPPK Tahun 2024 serta PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, Jumat (14/11).
Ribuan pegawai tersebut terdiri atas 329 PPPK Tahap II Formasi 2024 dan 6.607 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025, yang akan memperkuat layanan di sektor teknis, kesehatan, hingga pendidikan.
Appi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara formal, melainkan penanda tanggung jawab baru yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Ia mengakui bahwa sebagian besar peserta pelantikan telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di Pemerintah Kota Makassar.
“Pengabdian panjang tersebut adalah wujud loyalitas, kesetiaan, dan komitmen yang patut kami apresiasi setinggi-tingginya. Hari ini merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi yang telah saudara tunjukkan selama ini,” kata Appi.
Meski memberikan apresiasi, Appi dengan tegas menekankan bahwa proses pengangkatan PPPK harus berlangsung bersih, transparan, dan sesuai aturan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran selama proses seleksi.
“Apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran, kecurangan, manipulasi dokumen, atau pemberian keterangan yang tidak benar, maka keputusan pengangkatan dapat dibatalkan. Tidak ada kompromi untuk hal ini,” tegasnya.
Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama untuk membangun birokrasi yang kuat dan melayani publik secara profesional. Karena itu, ia menekankan bahwa hanya pegawai meritokratik yang pantas mengemban amanah aparatur negara.
Appi juga menegaskan bahwa Pemkot Makassar kini bergerak menuju tata kelola pemerintahan modern berbasis human capital management. Dengan jumlah PPPK baru yang mencapai hampir 7.000 orang, ia berharap pelayanan publik dapat meningkat secara signifikan.
“Saya berharap PPPK yang baru dilantik dapat menunjukkan kinerja terbaik, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan berorientasi hasil,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pegawai menjaga etika, disiplin, dan profesionalisme serta menjadikan pelantikan ini sebagai ruang aktualisasi diri, bukan sekadar status kepegawaian.
Appi juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah memberikan pembinaan berkelanjutan, mengoptimalkan penempatan tenaga PPPK, serta mendorong pengembangan kompetensi.
Di hadapan para pegawai dan keluarga yang turut hadir, Appi menyampaikan harapannya agar tidak ada lagi polemik terkait pengangkatan atau status PPPK setelah pelantikan ini.
“Hari ini semua tuntas. Saya yakin keluarga yang hadir akan terus memberi dukungan agar Bapak-Ibu yang dilantik hari ini menjadi kebanggaan keluarga masing-masing,” ucapnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh aparatur menjaga komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan publik Kota Makassar.
“Dari hampir 7.000 pegawai yang dilantik ini, semuanya adalah bagian dari komitmen kami kepada masyarakat. Seluruh sumber daya yang kita miliki diarahkan untuk pelayanan maksimal,” tambahnya.
Appi mengucapkan selamat kepada seluruh pegawai yang telah menerima SK pengangkatan.
“Bagaimana rasanya memakai baju Korpri? Semoga amanah dan menjadi berkah bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.













