kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Fenomena Usaha Musiman di Makassar, Appi Ingatkan Risiko Jenuh Pasar

Fenomena Usaha Musiman di Makassar, Appi Ingatkan Risiko Jenuh Pasar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Dok. Ist

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, menyoroti maraknya fenomena usaha musiman di Kota Makassar yang kerap muncul mengikuti tren sesaat tanpa perhitungan matang.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan kejenuhan pasar dan mengganggu ekosistem ekonomi lokal jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.

“Banyak pelaku usaha kita yang hanya mengikuti tren. Misalnya satu usaha sedang laris, tetangganya ikut membuka usaha yang sama, begitu juga yang lain. Akibatnya pasar jenuh dan keuntungan menurun,” ungkap Appi di Sosialisasi Implementasi Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Sinergi LKPP dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (30/10).

Ia mencontohkan fenomena yang sedang terjadi di kota tersebut, yakni menjamurnya lapangan Padel dan Tennis. Banyak investor dan pelaku usaha berbondong-bondong membangun tanpa mempertimbangkan daya serap pasar dan tanpa standardisasi yang jelas.

“Pemerintah tidak bisa diam melihat ini. Kita ingin duduk bersama menentukan standar agar tidak muncul masalah di kemudian hari, seperti kredit macet atau bisnis yang tumbang serentak karena tren berakhir,” tegasnya.

Menurut Appi, ekosistem di Makassar harus dijaga keseimbangannya. Pemerintah, katanya, berperan penting dalam memastikan keberlanjutan usaha dan pemerataan manfaat ekonomi, bukan hanya mengikuti euforia bisnis sesaat.

Appi menilai, maraknya usaha musiman di Makassar merupakan gejala umum di kota yang ekonominya sedang berkembang pesat. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tanpa arah justru bisa menciptakan ketimpangan baru.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan pertumbuhan ini seimbang. Jangan sampai hanya satu sektor yang tumbuh sementara yang lain mati. Kita ingin ekosistem ekonomi Makassar tetap sehat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya strategi infrastruktur dan kebijakan fleksibel untuk menahan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang menurun. Pemkot, katanya, tidak hanya fokus pada bantuan langsung, tetapi juga pada program yang memberi manfaat jangka panjang.

“Yang kami lihat adalah manfaat, bukan sekadar bantuan. Banyak yang anggap Rp50 ribu itu kecil, tapi kalau dikumpulkan, dampaknya besar,” pungkasnya

error: Content is protected !!