kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

27 Ribu Keluarga di Gowa Terima PKH, 52 Ribu Terima BPNT

27 Ribu Keluarga di Gowa Terima PKH, 52 Ribu Terima BPNT
Menyalurkan Bantuan, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Angka penerima bantuan sosial di Kabupaten Gowa melonjak tajam. Jika pada 2022 jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) hanya sekitar 13.603, maka pada 2023 naik drastis menjadi 27.707 keluarga. Sementara itu, penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) bahkan lebih besar lagi, mencapai 52.210 keluarga.

Lonjakan ini menjadi potret nyata bagaimana kebutuhan masyarakat Gowa terhadap intervensi sosial masih tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menegaskan, program bantuan harus betul-betul tepat sasaran agar benar-benar dirasakan masyarakat miskin dan rentan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Gowa saat kunjungan program One Day One District yang dirangkaikan dengan pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) PKH dan BPNT di Kecamatan Biringbulu dan Tompobulu, Rabu (24/09).

“Pemerintah adalah pelayan masyarakat. Kita mau pemberian kartu ini benar-benar tepat sasaran, sehingga intervensi dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, bisa digunakan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya,” tegas Husniah.

Menurut Husniah, program One Day One District digagas agar pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat ada agenda seremonial. Dalam setiap kunjungan, isu sosial, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga pertanian disorot agar intervensi pemerintah bisa lebih merata.

Data menunjukkan, pada periode Juni–Juli 2025 saja, Pemkab Gowa sudah mendistribusikan bantuan pangan berupa 20 kg beras kepada 47.184 keluarga. Program ini menjadi salah satu upaya menekan kerentanan pangan di kalangan masyarakat kecil.

“Kalau hanya berhenti di data, angka ini tidak ada artinya. Yang penting masyarakat benar-benar merasakan. Distribusi beras ke 47 ribu keluarga itu buktinya nyata,” ujarnya.

Selain PKH dan BPNT, Pemkab Gowa juga menggandeng Lembaga Amil Zakat (Lacak) dan Baznas untuk menjangkau warga yang belum masuk dalam data penerima. Pada kesempatan itu, lima warga miskin ekstrem di Kecamatan Biringbulu dan tiga warga di Tompobulu menerima paket sembako langsung.

“Insya Allah, pemerintah daerah melalui Lacak dan Baznas akan melakukan intervensi bagi masyarakat kita yang belum masuk penerima PKH maupun BPNT. Nanti tim akan melakukan asesmen agar bantuan sesuai kebutuhan,” jelas Bupati.

Normawati, seorang ibu dari Kecamatan Biringbulu yang sehari-hari bekerja sebagai petani jagung, mengaku lega dengan bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, pasti bersyukur bisa dapat bantuan setiap bulan. Insya Allah ini akan kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti sembako dan peralatan sekolah anak,” ungkapnya.

Loading

error: Content is protected !!