KabarMakassar.com — Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jl. Telur Bayur, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Sabtu malam (20/09) sekitar pukul 22.30 WITA.
Peristiwa tragis ini mengakibatkan sedikitnya 6 rumah hangus terbakar, 2 rumah terdampak, serta 11 kepala keluarga (35 jiwa) harus kehilangan tempat tinggal.
Lebih memilukan, seorang anak bernama Afia Septiana Asdar (7) dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Afia merupakan anak dari Asdar, salah satu warga yang rumahnya terbakar. Data Dinas Sosial Kota Makassar mencatat korban merupakan perempuan kelahiran 16 September 2018. Tidak ada laporan luka berat maupun korban hilang dalam insiden ini.
Menurut keterangan warga, api diduga berasal dari arus pendek listrik di salah satu rumah. Namun, penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Dalam upaya pemadaman, Damkar Makassar dibantu relawan, PMI, TNI/Polri, serta warga sekitar bahu-membahu menjinakkan si jago merah.
Tim Asesmen Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar Muh Rifaldy Pratama Putra, menyebutkan bahwa kebakaran tersebut langsung ditangani oleh berbagai unsur, termasuk BPBD, Tagana, Redkar, KSB Manggala, dan PLN yang melakukan pemadaman sementara demi mengantisipasi korsleting lanjutan.
“Tim assessment Dinas Sosial sudah turun ke lokasi. Warga yang terdampak dinyatakan layak untuk mendapatkan bantuan darurat,” jelas Rifaldy, Minggu (21/09) dini hari.
Adapun data penyintas mencatat 11 kepala keluarga yang kini kehilangan tempat tinggal, dengan rincian 11 orang dewasa laki-laki, 9 dewasa perempuan, 8 anak laki-laki, 5 anak perempuan, 1 balita laki-laki, dan 1 lansia perempuan.
Hingga saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga antara lain tenda darurat, selimut, family kit, pakaian, serta makanan siap saji.
“Pemerintah setempat bersama aparat kelurahan terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan tersebut,”
Sementara itu, kondisi lapangan yang padat membuat api cepat membesar. Warga yang panik berusaha menyelamatkan barang-barang berharga, namun sebagian besar habis dilalap api. Akses menuju lokasi yang hanya bisa dijangkau kendaraan roda dua turut menyulitkan proses pemadaman.













