KabarMakassar.com — Rangkaian demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah sepanjang 25–31 Agustus 2025 meninggalkan jejak kelam, termasuk di Makassar. Peristiwa kebakaran gedung DPRD Makassar pada 29 Agustus merenggut nyawa dan menorehkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Saiful Akbar (46), Plt Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, menghembuskan napas terakhirnya di RS Grestelina. Muhammad Akbar Basri atau Abay, staf Humas DPRD Makassar, meninggal di lokasi kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan medis.
Staf DPRD lainnya, Sarinawati (26), wafat setelah mengalami luka bakar parah. Korban keempat adalah Rusdamiansyah atau Dandi (25), driver ojek online yang turut menjadi korban dalam peristiwa naas itu.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan pemerintah kota bersama pemerintah pusat tidak tinggal diam. Ia memastikan pekan ini, tepat pada Kamis (11/9), bantuan berupa lima unit rumah akan diserahkan langsung kepada keluarga korban.
“Insyaallah hari Kamis akan hadir Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memberikan lima buah rumah kepada keluarga korban,” kata Appi saat memberikan sambutan di Musda PKS Makassar, Minggu (07/09).
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan santunan kepada keluarga, korban kebakaran saat unjuk rasa di DPRD Makassar, 29 Agustus malam.
Bantuan tersebut berupa jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan. Adapun manfaat yang diterima keluarga berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
“Sementara untuk Syaiful Akbar, salah seorang korban meninggal dalam peristiwa pembakaran gedung DPRD Makassar, mendapat penghargaan kenaikan pangkat anumerta dari pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Selain menyinggung bantuan yang telah disalurkan, Appi juga menjelaskan kondisi dua korban luka yang masih menjalani perawatan intensif.
“Ada satu korban yang sampai hari ini masih berada di RS Primaya. Alhamdulillah kondisinya semakin hari semakin baik. Sementara satu lagi dirawat di RS Kemenkes. Ia belum bisa banyak bergerak, dan dokter memperkirakan harus menggunakan alat bantu. Mungkin baru bisa berjalan sekitar satu tahun lagi,” ucapnya.
Menurut Appi, pemerintah kota telah menyiapkan skema jaminan penuh untuk mendukung para korban maupun keluarganya selama masa pemulihan.
“Ini sudah kita support, dan sudah dijamin bahwa mereka akan menerima gaji penuh untuk kebutuhan keluarga. Pemerintah tidak akan lepas tangan,” pungkasnya.














