KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penerapan budidaya rumput laut yang lebih ramah lingkungan dengan mengganti pelampung botol plastik bekas menjadi buoy khusus rumput laut.
Program ini menjadi salah satu bagian dari penyaluran bantuan bibit dan sarana prasarana untuk petani di wilayah pesisir pada tahun 2025.
Selama ini, petani di Sulawesi Selatan masih banyak menggunakan botol plastik minuman sebagai pelampung dalam budidaya.
Kebiasaan tersebut menimbulkan permasalahan baru berupa penumpukan sampah plastik di laut.
Melalui program ini, pemerintah provinsi ingin memperbaiki pola budidaya sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel, Muhammad Ilyas, menjelaskan bahwa buoy yang disalurkan kepada petani lebih tahan lama, dapat digunakan beberapa kali, dan bisa didaur ulang jika rusak.
“Bantuan ini juga mengkampanyekan budidaya ramah lingkungan dengan mengganti botol plastik bekas yang selama ini digunakan petani sebagai pelampung, dengan buoy khusus rumput laut yang bisa bertahan beberapa siklus dan dapat didaur ulang setelah bocor,” jelas Ilyas.
Dalam skema program, setiap petani diwajibkan menukarkan 500 botol plastik minuman untuk mendapatkan 250 buoy baru. Pemerintah menargetkan sebanyak 1 juta botol plastik terkumpul melalui mekanisme ini.
Botol yang dikumpulkan kemudian dijual kepada pengepul, dan hasil penjualannya tetap diberikan kembali kepada petani sebagai tambahan pendapatan.
Kepala Bidang Budidaya dan Daya Saing Produk DKP Sulsel, Suhartono, menyebut penyaluran bantuan dilakukan bertahap, dengan tahap pertama dipusatkan di wilayah Luwu Raya.
“Untuk wilayah Luwu Raya kita fokuskan untuk penyaluran tahap pertama ini,” kata Suhartono.
Pada distribusi awal, program ini menjangkau 471 petani dari 41 kelompok di Luwu Raya. Total yang disalurkan mencapai 141,3 ton bibit rumput laut dan lebih dari 117 ribu unit buoy ramah lingkungan.
Petani menyambut baik program ini. Risaldi, anggota Kelompok Passampa Katonik di Kabupaten Luwu, menilai bantuan bibit dan pelampung baru membantu produktivitas sekaligus menjaga lingkungan pesisir.
“Kita sangat terbantu dengan adanya program bantuan bibit rumput laut dan pelampung yang ramah lingkungan dari Pemprov Sulsel. Semoga terus berlanjut,” ujar Risaldi.













