kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Rawan Koreksi Akibat Profit Taking

IHSG Lanjutkan Tren Positif, Ini Deretan Rekomendasi Saham dari Sejumlah Broker
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan hari ini, Senin (21/07).

Analis MNC Sekuritas menyampaikan prediksi tentang IHSG terkoreksi sebanyak 0,34 persen ke level 7,311 disertai dengan munculnya tekanan jual.

Posisi IHSG saat ini berada di akhir wave (iii) dari wave [c] sehingga penguatannya akan relatif terbatas dan rawan koreksi ke rentang area 7,186-7,319 pada label hitam.

Level support, ungkap MNC Sekuritas, yaitu 7,240, 7,166. Sementara untuk resistance berada di level 7,382, 7,441.

Diketahui, sepanjang pekan lalu, IHSG membukukan kenaikan 3,75 persen secara point-to-point.

Riset Phintraco Sekuritas menyampaikan lonjakan IHSG pekan lalu disebabkan karena euforia tercapainya kesepakatan dagang awal Indonesia dengan Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan jika Indonesia dikenakan tarif bea masuk impor sebesar 19 persen, mengalami penuruan dibanding sebelumnya yang dipatok sebesar 32 persen.

Selain itu, penguatan IHSG juga disebabkan karena pengumuman dari Bank Indonesia. Dalam Rapat Dewan Gubernur edisi Juli, dimana suku bunga acuan dipotong 25 basis poin menjadi 5,25 persen.

Pada perdagangan hari ini, Phintraco menilai ada risiko profit taking yang mampu menggerus IHSG. Sejumlah saham yang dapat menjadi perhatian ialah:

-BIRD
-PGAS
-ULTJ
-DATA
-DEWA.

Untuk saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas pada perdagangan hari ini, di antaranya adalah:

-BRMS
-JPFA
-ELSA

Sementara itu, rekomendasi saham dari CGS International Sekuritas Indonesia yaitu:

-SCMA
-PGAS
-SRTG
-BRMS
-ISAT
-ARCI

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Loading

error: Content is protected !!