KabarMakassar.com — Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tampil lantang di panggung nasional dalam forum Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Alternatif Pembiayaan Pembangunan Daerah: Municipal Bond’, yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Jumat (11/07), di Ruang Rapat Sriwijaya, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, para kepala daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia.
Di tengah diskusi yang menyoroti pentingnya inovasi pembiayaan untuk pembangunan daerah, Syaharuddin memanfaatkan panggung tersebut untuk menyuarakan potensi besar Sidrap, khususnya di sektor pertanian.
“Dulu kami hanya dua kali panen setahun, sekarang bisa tiga kali. Kami gaspol terus untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional,” ujar Syaharuddin dengan penuh semangat.
Ia menyampaikan bahwa Sidrap saat ini tengah menargetkan produksi satu juta ton gabah per tahun, sebuah angka ambisius yang menunjukkan kontribusi daerahnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Namun, Syaharuddin juga menggarisbawahi bahwa percepatan produktivitas ini membutuhkan dukungan nyata dari sisi infrastruktur dan pembiayaan. Ia menilai bahwa skema obligasi daerah atau municipal bond perlu segera diimplementasikan sebagai instrumen keuangan yang dapat memberikan ruang fiskal lebih besar bagi daerah.
“Ini bukan lagi sekadar wacana. Daerah seperti Sidrap membutuhkan terobosan pembiayaan yang konkret, agar tidak terus bergantung pada APBD dan APBN,” tegasnya.
Ia menilai bahwa FGD yang digelar DPD RI ini membuka cakrawala berpikir baru bagi daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola pembangunan.
Syaharuddin juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPD RI yang mendorong diskusi tentang alternatif pembiayaan pembangunan. Menurutnya, forum seperti ini sangat strategis di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, terutama dalam mendorong proyek-proyek infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Partisipasi aktif Syaharuddin dalam forum nasional ini menjadi penanda bahwa Sidrap tak ingin tertinggal dalam arus pembangunan Indonesia. Di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional, Sidrap bertekad menjajaki berbagai opsi pembiayaan inovatif guna memastikan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat membangun dan tekad memperkuat posisi sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Syaharuddin menegaskan bahwa Sidrap siap bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya produktif, tetapi juga mandiri secara fiskal dan visioner dalam perencanaan pembangunannya.













